๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Hanguru โ€” Belajar bahasa Korea

hanguru.app

โ† Kembali ke aplikasi โ† Lihat semua pelajaran

Membaca bahasa Korea โ€” Pasar

18 bacaan tingkat TOPIK II dari tema "Pasar", masing-masing dengan terjemahan kalimat dan pertanyaan pemahaman.

๐Ÿš Sudah Ibu Bilang, Cuci Berasnya Dulu

์ง€๋‚œ ์ผ์š”์ผ ์ €๋…์— ์ €๋Š” ์—„๋งˆ๋ฅผ ๋„์™€ ๋œ์žฅ์ฐŒ๊ฐœ์™€ ๋ฐฅ์„ ์ค€๋น„ํ–ˆ์–ด์š”.
Minggu lalu sore hari, aku membantu Ibu menyiapkan sup doenjang dan nasi.
์—„๋งˆ๋Š” ์ฐŒ๊ฐœ๋ฅผ ๋“์ด๊ธฐ ์ „์— ์Œ€๋ถ€ํ„ฐ ์”ป์–ด ๋‘๋ผ๊ณ  ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Ibu menyuruhku mencuci beras dulu sebelum memasak sup.
ํ•˜์ง€๋งŒ ์ €๋Š” ๋‘๋ถ€์™€ ํ˜ธ๋ฐ•์„ ์จ๋Š” ๊ฒŒ ๋” ์žฌ๋ฏธ์žˆ์–ด์„œ ๊ทธ ๋ง์„ ์žŠ์–ด๋ฒ„๋ ธ์–ด์š”.
Tetapi memotong tahu dan zukini lebih seru, jadi aku lupa pesan itu.
์ฐŒ๊ฐœ๊ฐ€ ๊ฑฐ์˜ ๋‹ค ๋“์—ˆ์„ ๋•Œ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ๋ฐฅ์†ฅ์„ ์—ด์–ด ๋ณด๊ณ  ํ•œ์ˆจ์„ ์‰ฌ์…จ์–ด์š”.
Saat sup hampir matang, Ibu membuka penanak nasi dan menghela napas.
์—„๋งˆ๋Š” โ€œ๊ทธ๋Ÿฌ๋‹ˆ๊นŒ ์Œ€๋ถ€ํ„ฐ ์”ป์œผ๋ผ๋‹ˆ๊น.โ€ ํ•˜๊ณ  ์›ƒ์œผ๋ฉด์„œ ๋ง์”€ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Ibu berkata sambil tersenyum, โ€œTuh kan, sudah Ibu bilang cuci berasnya dulu.โ€
๊ฒฐ๊ตญ ์šฐ๋ฆฌ ๊ฐ€์กฑ์€ ๋ฐฅ์ด ๋  ๋•Œ๊นŒ์ง€ ์‚ผ์‹ญ ๋ถ„์„ ๋” ๊ธฐ๋‹ค๋ ค์•ผ ํ–ˆ์–ด์š”.
Akhirnya keluargaku harus menunggu tiga puluh menit lagi sampai nasinya matang.
๊ทธ๋‚  ์ดํ›„๋กœ ์ €๋Š” ์š”๋ฆฌํ•  ๋•Œ ์‹œ๊ฐ„์ด ์˜ค๋ž˜ ๊ฑธ๋ฆฌ๋Š” ์ผ๋ถ€ํ„ฐ ๋จผ์ € ํ•ด์š”.
Sejak hari itu, saat memasak aku mengerjakan dulu hal yang memakan waktu lama.
Apa yang awalnya disuruh Ibu?
  • Menyuruh memotong tahu dulu.
  • Menyuruh mencuci beras dulu. โœ“
  • Menyuruh memasak sup dulu.
  • Menyuruh membeli zukini.
Mengapa keluarga itu makan malam terlambat?
  • Karena supnya terlalu asin.
  • Karena tidak ada tahu dan zukini.
  • Karena mulai menanak nasi terlambat. โœ“
  • Karena penanak nasinya rusak.
Apa yang dapat diketahui dari teks ini?
  • Sekarang si penulis mengerjakan dulu hal yang memakan waktu lama. โœ“
  • Ibu sangat marah kepada si penulis.
  • Si penulis tidak suka memasak.
  • Keluarga itu hanya makan sup tanpa nasi.

๐Ÿ‰ Dilema Semangka

๋ฌด๋”์šด ํ† ์š”์ผ ์˜คํ›„์— ์ €๋Š” ๋ฃธ๋ฉ”์ดํŠธ ๋ฏผํ˜ธ์™€ ์‹œ์žฅ์— ์žฅ์„ ๋ณด๋Ÿฌ ๊ฐ”์–ด์š”.
Pada suatu Sabtu siang yang panas, aku pergi berbelanja ke pasar bersama teman sekamarku, Minho.
๊ณผ์ผ ๊ฐ€๊ฒŒ ์•ž์— ์•„์ฃผ ํฌ๊ณ  ์ž˜ ์ต์€ ์ˆ˜๋ฐ•์ด ๋†“์—ฌ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Di depan toko buah ada semangka yang sangat besar dan matang.
์ €๋Š” ์‚ฌ๊ณ  ์‹ถ์—ˆ์ง€๋งŒ ๋‘˜์ด ๋จน๊ธฐ์—๋Š” ๋„ˆ๋ฌด ํฌ๊ณ  ๋ฌด๊ฑฐ์›Œ ๋ณด์˜€์–ด์š”.
Aku ingin membelinya, tetapi kelihatannya terlalu besar dan berat untuk kami berdua.
๋ฏผํ˜ธ๋Š” ์ˆ˜๋ฐ•์„ ๋‘๋“œ๋ ค ๋ณด๊ธฐ๋งŒ ํ•˜๊ณ  ์•„๋ฌด ๋ง๋„ ํ•˜์ง€ ์•Š์•˜์–ด์š”.
Minho hanya mengetuk-ngetuk semangka itu tanpa berkata apa-apa.
๋‹ต๋‹ตํ•ด์ง„ ์ €๋Š” โ€œ์‚ฌ๋ผ๋“ ์ง€ ์‚ฌ์ง€ ๋ง๋ผ๋“ ์ง€ ์–˜๊ธฐ ์ข€ ํ•ด ์ค˜.โ€๋ผ๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Karena tidak sabar, aku berkata, โ€œBilang dong, beli atau jangan.โ€
๊ทธ๋Ÿฌ์ž ๋ฏผํ˜ธ๋Š” ๋ฐ˜์œผ๋กœ ์ž˜๋ผ์„œ ํŒŒ๋Š” ์ˆ˜๋ฐ•์„ ์‚ฌ์ž๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Lalu Minho mengajak membeli semangka yang dijual dalam potongan setengah.
๋•๋ถ„์— ๋“ค๊ณ  ์˜ค๊ธฐ๋„ ํŽธํ–ˆ๊ณ  ๋‚จ๊ธฐ์ง€ ์•Š๊ณ  ๋‹ค ๋จน์„ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Berkat itu, membawanya pulang jadi mudah dan kami bisa menghabiskannya tanpa sisa.
Mengapa si penulis tidak langsung membeli semangka?
  • Karena semangkanya belum matang.
  • Karena kelihatannya terlalu besar untuk berdua. โœ“
  • Karena di toko tidak ada semangka sama sekali.
  • Karena Minho tidak suka semangka.
Pada akhirnya, apa usul Minho?
  • Mengusulkan membawa semangka besar itu berdua.
  • Mengusulkan membeli melon Korea sebagai ganti semangka.
  • Mengusulkan membeli semangka yang dipotong setengah. โœ“
  • Mengusulkan datang lagi minggu depan.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Minho menyampaikan pendapatnya dengan jelas sejak awal.
  • Si penulis pergi ke pasar sendirian.
  • Mereka berdua tidak membeli semangka.
  • Mereka berdua menghabiskan semangka itu tanpa sisa. โœ“

๐Ÿฅฉ Seperti Biasa, Ya

ํ† ์š”์ผ ์•„์นจ์— ์—„๋งˆ๊ฐ€ ์ €์—๊ฒŒ ์‹œ์žฅ ์ •์œก์ ์— ๊ฐ€์„œ ๊ณ ๊ธฐ๋ฅผ ์‚ฌ ์˜ค๋ผ๊ณ  ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Sabtu pagi, Ibu menyuruhku pergi ke toko daging di pasar untuk membeli daging.
๋ญ˜ ์‚ฌ์•ผ ํ•˜๋Š”์ง€ ์—ฌ์ญค๋ณด๋‹ˆ ์—„๋งˆ๋Š” ์‚ฌ์žฅ๋‹˜๊ป˜ ํ‰์†Œ์ฒ˜๋Ÿผ ๋‹ฌ๋ผ๊ณ  ํ•˜๋ฉด ๋œ๋‹ค๊ณ ๋งŒ ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Saat aku bertanya harus membeli apa, Ibu hanya bilang cukup minta ke pemilik toko โ€œseperti biasaโ€.
์ •์œก์ ์— ๋“ค์–ด๊ฐ€์ž ์‚ฌ์žฅ๋‹˜๊ป˜์„œ โ€œ์—„๋งˆ ์‹ฌ๋ถ€๋ฆ„ ์™”๊ตฌ๋‚˜. ์—„๋งˆ๊ฐ€ ๋ญ˜ ์‚ฌ ์˜ค๋ผ๋˜?โ€ ํ•˜๊ณ  ๋ฌผ์œผ์…จ์–ด์š”.
Begitu aku masuk ke toko daging, pemiliknya bertanya, โ€œDisuruh ibumu, ya? Ibumu minta beli apa?โ€
์ œ๊ฐ€ ํ‰์†Œ์ฒ˜๋Ÿผ ๋‹ฌ๋ผ๊ณ  ํ•˜์…จ๋‹ค๊ณ  ๋ง์”€๋“œ๋ฆฌ์ž ์‚ฌ์žฅ๋‹˜๊ป˜์„œ ํฌ๊ฒŒ ์›ƒ์œผ์…จ์–ด์š”.
Saat aku bilang Ibu menyuruh minta seperti biasa, pemilik toko tertawa terbahak-bahak.
์‚ฌ์žฅ๋‹˜์€ ์ž ๊น ์ƒ๊ฐํ•˜์‹œ๋”๋‹ˆ ๊ตญ๊ฑฐ๋ฆฌ์šฉ ์†Œ๊ณ ๊ธฐ์™€ ์‚ผ๊ฒน์‚ด์„ ํ•œ ๊ทผ์”ฉ ์‹ธ ์ฃผ์…จ์–ด์š”.
Setelah berpikir sebentar, pemilik toko membungkuskan masing-masing satu geun daging sapi untuk sup dan samgyeopsal.
์ง‘์— ์™€์„œ ๋ด‰์ง€๋ฅผ ์—ด์–ด ๋ณด์‹  ์—„๋งˆ๋Š” ๋Š˜ ์‚ฌ๋˜ ๊ทธ๋Œ€๋กœ๋ผ๋ฉฐ ๊ณ ๊ฐœ๋ฅผ ๋„๋•์ด์…จ์–ด์š”.
Sesampainya di rumah, Ibu membuka kantong itu lalu mengangguk dan berkata isinya persis seperti yang biasa dibelinya.
๊ทธ๋‚  ์ €๋Š” ๋‹จ๊ณจ ๊ฐ€๊ฒŒ๊ฐ€ ์žˆ๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ์ด ์–ผ๋งˆ๋‚˜ ํŽธํ•œ์ง€ ์•Œ๊ฒŒ ๋์–ด์š”.
Hari itu aku jadi tahu betapa praktisnya punya toko langganan.
Apa yang disuruh Ibu kepada si penulis?
  • Menyuruh minta ke pemilik toko seperti biasa. โœ“
  • Menyuruh menulis daftar belanja di kertas.
  • Menyuruh membeli dua geun samgyeopsal.
  • Menyuruh menelepon pemilik toko lebih dulu.
Mengapa pemilik toko bisa membungkus daging yang tepat?
  • Karena Ibu sudah memesan lewat telepon sebelumnya.
  • Karena si penulis menyebutkan dengan tepat apa yang harus dibeli.
  • Karena dia tahu daging apa yang biasa dibeli Ibu. โœ“
  • Karena toko itu hanya punya dua jenis daging.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Si penulis pergi ke toko daging bersama Ibu.
  • Ibu puas dengan daging yang dibungkus pemilik toko. โœ“
  • Pemilik toko marah kepada si penulis.
  • Si penulis pulang tanpa berhasil membeli daging.

๐Ÿฅฌ Harga Sawi pada Musim Kimjang

์šฐ๋ฆฌ ๊ฐ€์กฑ์€ ํ•ด๋งˆ๋‹ค ์‹ญ์ผ์›”์ด ๋˜๋ฉด ํ• ๋จธ๋‹ˆ ๋Œ์— ๋ชจ์—ฌ ๊น€์žฅ์„ ํ•ด์š”.
Setiap tahun, saat bulan November tiba, keluargaku berkumpul di rumah Nenek untuk membuat kimjang.
์˜ฌํ•ด๋„ ์ €๋Š” ์—„๋งˆ์™€ ํ•จ๊ป˜ ๋ฐฐ์ถ”๋ฅผ ์‚ฌ๋Ÿฌ ์ƒˆ๋ฒฝ ์‹œ์žฅ์— ๊ฐ”์–ด์š”.
Tahun ini pun aku pergi ke pasar subuh bersama Ibu untuk membeli sawi.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์—ฌ๋ฆ„์— ๋น„๊ฐ€ ๋งŽ์ด ์™€์„œ ๋ฐฐ์ถง๊ฐ’์ด ์ž‘๋…„๋ณด๋‹ค ๊ฝค ์˜ฌ๋ผ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Tetapi karena musim panas banyak hujan, harga sawi sudah naik cukup tinggi dibanding tahun lalu.
์—„๋งˆ๋Š” โ€œ์•„๋ฌด๋ฆฌ ๊น€์žฅ์ฒ ์ด๋ผ์ง€๋งŒ ๋ฐฐ์ถ”๊ฐ€ ๋„ˆ๋ฌด ๋น„์‹ธ๋„ค์š”.โ€ ํ•˜๊ณ  ํ•œ์ˆจ์„ ์‰ฌ์…จ์–ด์š”.
Ibu menghela napas, โ€œWalaupun musim kimjang, sawinya terlalu mahal.โ€
๊ทธ๋ž˜์„œ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๋ฐฐ์ถ”๋ฅผ ์ž‘๋…„๋ณด๋‹ค ์กฐ๊ธˆ ์ ๊ฒŒ ์‚ฌ๊ณ  ๋ฌด๋ฅผ ๋” ์ƒ€์–ด์š”.
Karena itu, kami membeli sawi sedikit lebih sedikit dari tahun lalu dan membeli lobak lebih banyak.
๊ทธ ๋ฌด๋กœ ํ• ๋จธ๋‹ˆ๊ป˜์„œ ๊น๋‘๊ธฐ์™€ ๋™์น˜๋ฏธ๋ฅผ ๋„‰๋„‰ํ•˜๊ฒŒ ๋‹ด๊ทธ์…จ์–ด์š”.
Dengan lobak itu, Nenek membuat banyak kkakdugi dan dongchimi.
๊น€์น˜ ์ข…๋ฅ˜๋Š” ๋‹ฌ๋ผ์กŒ์ง€๋งŒ ๊ฐ€์กฑ์ด ํ•จ๊ป˜ ๋งŒ๋“ค์–ด์„œ ์˜ฌํ•ด๋„ ์ฆ๊ฑฐ์› ์–ด์š”.
Jenis kimchinya memang berubah, tetapi karena dibuat bersama keluarga, tahun ini pun menyenangkan.
Mengapa harga sawi naik tahun ini?
  • Karena pasar subuh tutup.
  • Karena orang yang membuat kimjang berkurang.
  • Karena lobak menjadi jauh lebih murah.
  • Karena musim panas banyak hujan. โœ“
Apa yang dilakukan keluarga itu secara berbeda tahun ini?
  • Membeli lebih sedikit sawi dan lebih banyak lobak. โœ“
  • Tidak membuat kimjang dan membeli kimchi.
  • Berkumpul di tempat lain, bukan di rumah Nenek.
  • Membeli sawi dua kali lipat dari tahun lalu.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Si penulis pergi ke pasar subuh sendirian.
  • Tahun ini harga sawi lebih murah dari tahun lalu.
  • Tahun ini kimjang tidak menyenangkan bagi keluarga itu.
  • Nenek membuat kkakdugi dari lobak. โœ“

๐Ÿ‘ถ Kue Beras untuk Seratus Hari Bayi

๋‹ค์Œ ์ฃผ๊ฐ€ ์–ธ๋‹ˆ ์•„๊ธฐ์˜ ๋ฐฑ์ผ์ด๋ผ์„œ ์ €๋Š” ๋–ก์„ ์ฃผ๋ฌธํ•˜๋Ÿฌ ์‹œ์žฅ ๋–ก์ง‘์— ๊ฐ”์–ด์š”.
Minggu depan adalah hari keseratus bayi kakak perempuanku, jadi aku pergi ke toko kue beras di pasar untuk memesan kue beras.
๋–ก์ง‘ ์ง„์—ด๋Œ€์—๋Š” ์•Œ๋ก๋‹ฌ๋กํ•œ ๋ฌด์ง€๊ฐœ๋–ก๊ณผ ํ•˜์–€ ๋ฐฑ์„ค๊ธฐ๊ฐ€ ๊ฐ€๋“ํ–ˆ์–ด์š”.
Etalase toko penuh dengan kue pelangi warna-warni dan baekseolgi putih.
์ €๋Š” ์‚ฌ์žฅ๋‹˜๊ป˜ โ€œ๋ฐฑ์ผ์—๋Š” ๋ฐฑ์„ค๊ธฐ๋ฅผ ์ค€๋น„ํ•˜๋Š” ๊ฒŒ ์ „ํ†ต์ด๋ผ์ง€์š”?โ€ ํ•˜๊ณ  ์—ฌ์ญค๋ดค์–ด์š”.
Aku bertanya kepada pemilik toko, โ€œKatanya tradisinya menyiapkan baekseolgi untuk hari keseratus, ya?โ€
์‚ฌ์žฅ๋‹˜์€ ํ•˜์–€ ๋ฐฑ์„ค๊ธฐ์— ์•„๊ธฐ๊ฐ€ ๊นจ๋—ํ•˜๊ณ  ๊ฑด๊ฐ•ํ•˜๊ฒŒ ์ž๋ผ๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋ผ๋Š” ๋œป์ด ์žˆ๋‹ค๊ณ  ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Pemilik toko berkata bahwa baekseolgi putih mengandung harapan agar bayi tumbuh bersih dan sehat.
๋˜ ๋ฐฑ์ผ ๋–ก์„ ์—ฌ๋Ÿฌ ์ด์›ƒ๊ณผ ๋‚˜๋ˆ  ๋จน์œผ๋ฉด ์•„๊ธฐ๊ฐ€ ์˜ค๋ž˜ ์‚ฐ๋‹ค๋Š” ๋ง๋„ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ์•Œ๋ ค ์ฃผ์…จ์–ด์š”.
Dia juga memberitahuku ada kepercayaan bahwa jika kue hari keseratus dibagikan kepada banyak tetangga, bayi itu akan panjang umur.
๊ทธ๋ž˜์„œ ์ €๋Š” ๋ฐฑ์„ค๊ธฐ๋ฅผ ๋„‰๋„‰ํ•˜๊ฒŒ ์ฃผ๋ฌธํ•ด์„œ ๋ฐฑ์ผ ๋‚  ์•„ํŒŒํŠธ ์ด์›ƒ๋“ค๊ณผ ๋‚˜๋ˆด์–ด์š”.
Karena itu, aku memesan baekseolgi dalam jumlah banyak dan membagikannya kepada tetangga apartemen pada hari keseratus.
์ด์›ƒ๋“ค์ด ์•„๊ธฐ์—๊ฒŒ ์ถ•ํ•˜ ์ธ์‚ฌ๋ฅผ ๊ฑด๋„ค ์ฃผ์…”์„œ ์–ธ๋‹ˆ๋„ ๋ฌด์ฒ™ ๊ธฐ๋ปํ–ˆ์–ด์š”.
Para tetangga mengucapkan selamat kepada bayi itu, dan kakakku pun sangat senang.
Mengapa si penulis pergi ke toko kue beras?
  • Untuk belajar cara membuat kue beras.
  • Untuk memesan kue hari keseratus bayi kakaknya. โœ“
  • Untuk membeli dan makan kue pelangi.
  • Untuk mengambil kue ulang tahun kakaknya.
Menurut pemilik toko, apa makna baekseolgi putih?
  • Harapan agar bayi itu pandai belajar.
  • Harapan agar keluarga menjadi kaya.
  • Harapan agar bayi tumbuh bersih dan sehat. โœ“
  • Harapan agar bayi cepat bisa berjalan.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Si penulis membagikan baekseolgi kepada para tetangga. โœ“
  • Si penulis memesan kue pelangi.
  • Bayi si penulis sendiri genap berumur seratus hari.
  • Pemilik toko bilang jangan membagikan kue itu.

๐Ÿฅข Hari Diskon di Toko Lauk

์ €๋Š” ์š”๋ฆฌํ•  ์‹œ๊ฐ„์ด ๋ถ€์กฑํ•ด์„œ ๋™๋„ค ๋ฐ˜์ฐฌ ๊ฐ€๊ฒŒ๋ฅผ ์ž์ฃผ ์ด์šฉํ•ด์š”.
Karena tidak punya banyak waktu untuk memasak, aku sering membeli di toko lauk dekat rumah.
์–ด๋А ์ˆ˜์š”์ผ ์ €๋…, ํ‡ด๊ทผํ•œ ๋ฃธ๋ฉ”์ดํŠธ ์„œ์—ฐ์ด๊ฐ€ โ€œ์˜ค๋Š˜ ๋ฐ˜์ฐฌ ๊ฐ€๊ฒŒ ํ• ์ธํ•˜๋Š” ๋‚ ์ด๋ผ์ง€?โ€ ํ•˜๊ณ  ๋ฌผ์—ˆ์–ด์š”.
Suatu Rabu malam, teman sekamarku Seoyeon pulang kerja dan bertanya, โ€œKatanya hari ini hari diskon di toko lauk, ya?โ€
๊ทธ์ œ์•ผ ์‚ฌ์žฅ๋‹˜์ด ์ˆ˜์š”์ผ๋งˆ๋‹ค ๋ฐ˜์ฐฌ์„ ์‹ธ๊ฒŒ ํŒ๋‹ค๊ณ  ํ•œ ๋ง์ด ์ƒ๊ฐ๋‚ฌ์–ด์š”.
Barulah aku ingat pemilik toko pernah bilang setiap hari Rabu lauk dijual lebih murah.
์„œ๋‘˜๋Ÿฌ ๊ฐ”์ง€๋งŒ ์ธ๊ธฐ ์žˆ๋Š” ๋ฉธ์น˜๋ณถ์Œ๊ณผ ๊ณ„๋ž€๋ง์ด๋Š” ๋ฒŒ์จ ๋‹ค ํŒ”๋ ธ์–ด์š”.
Kami bergegas ke sana, tetapi tumis teri dan telur gulung yang populer sudah habis terjual.
๋Œ€์‹  ์‚ฌ์žฅ๋‹˜์ด ์ฒ˜์Œ ๋ณด๋Š” ๋‚˜๋ฌผ ๋ฐ˜์ฐฌ์„ ๊ถŒํ•ด ์ฃผ์…”์„œ ๊ทธ๊ฒƒ์„ ์ƒ€์–ด์š”.
Sebagai gantinya, pemilik toko merekomendasikan lauk namul yang belum pernah kami lihat, jadi kami membelinya.
๋จน์–ด ๋ณด๋‹ˆ ์ƒ๊ฐ๋ณด๋‹ค ํ›จ์”ฌ ๋ง›์žˆ์–ด์„œ ๋‘˜ ๋‹ค ๊นœ์ง ๋†€๋ž์–ด์š”.
Setelah dicicipi, ternyata jauh lebih enak dari dugaan, dan kami berdua terkejut.
๋‹ค์Œ ์ˆ˜์š”์ผ์—๋Š” ์ผ์ฐ ๊ฐ€์„œ ๊ทธ ๋‚˜๋ฌผ์„ ๋˜ ์‚ฌ๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Kami memutuskan untuk datang lebih awal Rabu depan dan membeli namul itu lagi.
Kapan toko lauk itu memberi diskon?
  • Setiap akhir pekan.
  • Setiap hari Rabu. โœ“
  • Sebulan sekali.
  • Setiap malam.
Mengapa mereka berdua membeli lauk namul?
  • Karena memang sudah suka namul.
  • Karena namul paling murah.
  • Karena pemilik toko merekomendasikan lauk itu. โœ“
  • Karena Seoyeon ingin mencicipinya.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Si penulis memasak di rumah setiap hari.
  • Mereka berdua membeli telur gulung.
  • Lauk namul itu tidak terlalu enak.
  • Mereka berdua berniat membeli namul lagi lain kali. โœ“

๐Ÿฅ• Ternyata Bukan Toko Termurah

์นœ๊ตฌ ํ•˜์€์ด๊ฐ€ ์‹œ์žฅ ์ž…๊ตฌ์— ์žˆ๋Š” ์ฑ„์†Œ ๊ฐ€๊ฒŒ๊ฐ€ ๋™๋„ค์—์„œ ์ œ์ผ ์‹ธ๋‹ค๊ณ  ์•Œ๋ ค ์คฌ์–ด์š”.
Temanku Haeun memberitahuku bahwa toko sayur di pintu masuk pasar adalah yang termurah di lingkungan kami.
๊ทธ๋ž˜์„œ ์ฃผ๋ง์— ๊ทธ ๊ฐ€๊ฒŒ์— ๊ฐ€์„œ ๋‹น๊ทผ๊ณผ ๊ฐ์ž, ์–‘ํŒŒ๋ฅผ ๊ณจ๋ž์–ด์š”.
Jadi pada akhir pekan aku pergi ke toko itu dan memilih wortel, kentang, dan bawang bombai.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ๊ณ„์‚ฐํ•ด ๋ณด๋‹ˆ ํ‰์†Œ์— ๊ฐ€๋˜ ๋งˆํŠธ๋ณด๋‹ค ์˜คํžˆ๋ ค ๋” ๋น„์ŒŒ์–ด์š”.
Tetapi saat membayar, ternyata malah lebih mahal daripada supermarket yang biasa kudatangi.
์ €๋Š” ํ•˜์€์ด์—๊ฒŒ ์ „ํ™”ํ•ด์„œ โ€œ์ œ์ผ ์‹ผ ๊ฐ€๊ฒŒ๋ผ๋ฉด์„œ ์™œ ์ด๋ ‡๊ฒŒ ๋น„์‹ธ?โ€ ํ•˜๊ณ  ๋ฌผ์—ˆ์–ด์š”.
Aku menelepon Haeun dan bertanya, โ€œKatanya toko termurah, kok mahal begini?โ€
์•Œ๊ณ  ๋ณด๋‹ˆ ํ•˜์€์ด๊ฐ€ ๋งํ•œ ๊ณณ์€ ์‹œ์žฅ ๋ฐ˜๋Œ€์ชฝ ์ž…๊ตฌ์— ์žˆ๋Š” ๋‹ค๋ฅธ ๊ฐ€๊ฒŒ์˜€์–ด์š”.
Ternyata yang dimaksud Haeun adalah toko lain di pintu masuk sisi seberang pasar.
์‹œ์žฅ์— ์ž…๊ตฌ๊ฐ€ ๋‘ ๊ฐœ๋ผ๋Š” ๊ฒƒ์„ ์ €๋Š” ๊ทธ๋•Œ ์ฒ˜์Œ ์•Œ์•˜์–ด์š”.
Saat itulah aku pertama kali tahu bahwa pasar itu punya dua pintu masuk.
๋‹ค์Œ ๋‚  ๊ทธ ๊ฐ€๊ฒŒ์— ๊ฐ€ ๋ณด๋‹ˆ ์ •๋ง ์ฑ„์†Œ๊ฐ€ ํ›จ์”ฌ ์ŒŒ์–ด์š”.
Keesokan harinya aku pergi ke toko itu, dan sayurannya memang jauh lebih murah.
Mengapa si penulis menelepon Haeun?
  • Karena harga sayuran lebih mahal dari dugaan. โœ“
  • Karena ingin berterima kasih kepada Haeun.
  • Karena ingin berbelanja bersama Haeun.
  • Karena sayurannya tidak segar.
Mengapa toko pertama yang didatangi si penulis tidak murah?
  • Karena harganya naik pada akhir pekan.
  • Karena si penulis membeli terlalu banyak sayuran.
  • Karena itu bukan toko yang dimaksud Haeun. โœ“
  • Karena Haeun sengaja berbohong.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Si penulis hanya membeli sayuran di supermarket.
  • Pasar itu punya dua pintu masuk. โœ“
  • Haeun belum pernah ke pasar itu.
  • Toko kedua juga mahal.

๐Ÿ›๏ธ Membawakan Belanjaan Orang Lain

์ง€๋‚œ ๋ชฉ์š”์ผ์— ์ €๋Š” ํ‡ด๊ทผ๊ธธ์— ์ „ํ†ต ์‹œ์žฅ์— ๋“ค๋Ÿฌ ์ €๋…๊ฑฐ๋ฆฌ๋ฅผ ์ƒ€์–ด์š”.
Kamis lalu, dalam perjalanan pulang kerja, aku mampir ke pasar tradisional untuk membeli bahan makan malam.
์ƒ์„  ๊ฐ€๊ฒŒ ์•ž์— ํ•œ ํ• ๋จธ๋‹ˆ๊ฐ€ ์Œ€ ํฌ๋Œ€์™€ ์ฑ„์†Œ ๋ด‰์ง€๋ฅผ ์˜†์— ๋‘๊ณ  ์„œ ๊ณ„์…จ์–ด์š”.
Di depan toko ikan, seorang nenek berdiri dengan sekarung beras dan sekantong sayuran di sampingnya.
ํ• ๋จธ๋‹ˆ๊ฐ€ ๊ทธ ๋ฌด๊ฑฐ์šด ์ง์„ ํ˜ผ์ž ๋“œ์‹œ๋ ค๊ธฐ์— ์ œ๊ฐ€ ์–ผ๋ฅธ ๋Œ€์‹  ๋“ค์–ด ๋“œ๋ ธ์–ด์š”.
Nenek itu hendak mengangkat barang berat itu sendirian, jadi aku segera membawakannya.
์ง์„ ๋“ค๊ณ  ํ• ๋จธ๋‹ˆ ๋Œ๊นŒ์ง€ ํ•จ๊ป˜ ๊ฑธ์–ด๊ฐ€๋‹ˆ ์‹ญ ๋ถ„์ฏค ๊ฑธ๋ ธ์–ด์š”.
Sambil membawa barang-barang itu, aku berjalan bersamanya sampai ke rumahnya, kira-kira sepuluh menit.
๋Œ์— ๋„์ฐฉํ•˜์ž ํ• ๋จธ๋‹ˆ๊ป˜์„œ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๋ฉฐ ์ง์ ‘ ๋‹ด๊ทธ์‹  ๊น€์น˜๋ฅผ ํ•œ ํ†ต ์ฃผ์…จ์–ด์š”.
Begitu tiba, nenek itu berterima kasih dan memberiku sewadah kimchi buatannya sendiri.
๊ทธ๋‚  ์ €๋… ๊ทธ ๊น€์น˜ ๋•๋ถ„์— ํ‰๋ฒ”ํ•œ ๋ฐฅ์ƒ์ด ์•„์ฃผ ํŠน๋ณ„ํ•ด์กŒ์–ด์š”.
Malam itu, berkat kimchi tersebut, makanan sederhana menjadi sangat istimewa.
Mengapa si penulis membawakan barang nenek itu?
  • Karena nenek itu menanyakan jalan.
  • Karena pemilik toko ikan memintanya.
  • Karena nenek itu tetangga si penulis.
  • Karena nenek itu hendak mengangkat barangnya sendirian. โœ“
Apa yang diberikan nenek itu kepada si penulis?
  • Kimchi buatannya sendiri. โœ“
  • Ikan yang dibeli di pasar.
  • Sekarung beras.
  • Makan malam hangat yang disiapkannya.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Si penulis pergi ke pasar pada pagi hari.
  • Nenek itu membawa barangnya sendirian.
  • Si penulis tidak makan malam hari itu.
  • Rumah nenek itu bisa dicapai dengan berjalan kaki dari pasar. โœ“

๐ŸฅŸ Antrean di Depan Toko Mandu Baru

์šฐ๋ฆฌ ์•„ํŒŒํŠธ ์•ž ๋นˆ ๊ฐ€๊ฒŒ์—์„œ ๋ช‡ ์ฃผ ๋™์•ˆ ๊ณต์‚ฌ ์†Œ๋ฆฌ๊ฐ€ ๊ณ„์† ๋“ค๋ ธ์–ด์š”.
Selama beberapa minggu, suara renovasi terus terdengar dari toko kosong di depan apartemen kami.
์–ด๋А ๋‚  ์•„์นจ ๋ณด๋‹ˆ ๊ฐ€๊ฒŒ ์œ ๋ฆฌ์ฐฝ์— ์ปค๋‹ค๋ž€ ๋งŒ๋‘ ๊ทธ๋ฆผ์ด ๋ถ™์–ด ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Suatu pagi, aku melihat gambar mandu yang besar tertempel di kaca jendela toko itu.
๊ทธ๋‚  ์ €๋…์—๋Š” ๊ฐ€๊ฒŒ ์•ž์— ํ™”๋ถ„์ด ๋†“์ด๊ณ  ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด ๋ชจ์—ฌ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Malam itu, pot-pot bunga diletakkan di depan toko dan orang-orang berkumpul.
๊ทธ ๋ชจ์Šต์„ ๋ณด๊ณ  ์ €๋Š” ๋‚จํŽธ์—๊ฒŒ โ€œ๋“œ๋””์–ด ๋‚ด์ผ ๋ฌธ์„ ์—ด๋ ค๋‚˜ ๋ด์š”.โ€๋ผ๊ณ  ๋งํ–ˆ์–ด์š”.
Melihat itu, aku berkata kepada suamiku, โ€œSepertinya besok akhirnya buka.โ€
์˜ˆ์ƒ๋Œ€๋กœ ๋‹ค์Œ ๋‚  ์•„์นจ๋ถ€ํ„ฐ ๊ฐ€๊ฒŒ ์•ž์— ์ค„์ด ๊ธธ๊ฒŒ ์ƒ๊ฒผ์–ด์š”.
Seperti dugaan, sejak keesokan paginya terbentuk antrean panjang di depan toko.
์šฐ๋ฆฌ๋„ ์‚ผ์‹ญ ๋ถ„์„ ๊ธฐ๋‹ค๋ ค์„œ ๊น€์น˜๋งŒ๋‘์™€ ๊ณ ๊ธฐ๋งŒ๋‘๋ฅผ ํ•œ ํŒ์”ฉ ์ƒ€์–ด์š”.
Kami juga menunggu tiga puluh menit dan membeli masing-masing satu nampan mandu kimchi dan mandu daging.
๋งŒ๋‘ํ”ผ๊ฐ€ ์–‡๊ณ  ์†์ด ๊ฝ‰ ์ฐจ ์žˆ์–ด์„œ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฐ ๋ณด๋žŒ์ด ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Kulitnya tipis dan isinya padat, jadi menunggu itu sepadan.
Mengapa si penulis mengira toko itu akan segera buka?
  • Karena ada antrean panjang di depan toko.
  • Karena orang-orang berkumpul di depan toko. โœ“
  • Karena suara renovasi terdengar lagi.
  • Karena pemilik toko memberitahunya langsung.
Berapa lama si penulis menunggu untuk membeli mandu?
  • Menunggu beberapa minggu.
  • Menunggu satu jam.
  • Menunggu tiga puluh menit. โœ“
  • Langsung membeli tanpa menunggu.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Mandu toko baru itu enak, sepadan dengan penantiannya. โœ“
  • Toko mandu itu buka di dalam kompleks apartemen.
  • Si penulis hanya membeli mandu daging.
  • Pada hari pembukaan, pembelinya sedikit.

๐Ÿšš Apakah Truk Buah Datang Hari Ini?

์šฐ๋ฆฌ ๋™๋„ค์—๋Š” ๋ชฉ์š”์ผ๋งˆ๋‹ค ๊ณผ์ผ์„ ๊ฐ€๋“ ์‹ค์€ ํŠธ๋Ÿญ์ด ์ฐพ์•„์™€์š”.
Setiap hari Kamis, sebuah truk penuh buah datang ke lingkungan kami.
ํŠธ๋Ÿญ ์•„์ €์”จ๋Š” ๋Š˜ ๋ง›๋ณด๊ธฐ์šฉ ๊ณผ์ผ์„ ์ž˜๋ผ ์ฃผ์…”์„œ ๋™๋„ค ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์—๊ฒŒ ์ธ๊ธฐ๊ฐ€ ๋งŽ์•„์š”.
Bapak pemilik truk itu selalu memotongkan buah untuk dicicipi, jadi dia sangat populer di lingkungan kami.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์ง€๋‚œ ๋ชฉ์š”์ผ์—๋Š” ์•„์นจ๋ถ€ํ„ฐ ๋น„๊ฐ€ ๋งŽ์ด ๋‚ด๋ ธ์–ด์š”.
Tetapi Kamis lalu hujan deras sejak pagi.
์ฐฝ๋ฐ–์„ ๋ณด๋ฉฐ ์ €๋Š” โ€œ์ด๋Ÿฐ ๋‚ ์—๋„ ์•„์ €์”จ๊ฐ€ ์˜ค์‹œ๋ ค๋‚˜?โ€ ํ•˜๊ณ  ํ˜ผ์žฃ๋ง์„ ํ–ˆ์–ด์š”.
Sambil melihat ke luar jendela, aku bergumam, โ€œApa bapak itu tetap datang di hari seperti ini?โ€
์ €๋… ๋ฌด๋ ต ๋น„๊ฐ€ ๊ทธ์น˜์ž ์ต์ˆ™ํ•œ ํŠธ๋Ÿญ ๋ฐฉ์†ก ์†Œ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋“ค๋ ธ์–ด์š”.
Menjelang sore, saat hujan reda, terdengar suara pengeras suara truk yang sudah akrab.
์•„์ €์”จ๋Š” ๋น„ ๋•Œ๋ฌธ์— ๋Šฆ์—ˆ๋‹ค๋ฉฐ ๊ทค์„ ํ‰์†Œ๋ณด๋‹ค ๋„‰๋„‰ํ•˜๊ฒŒ ๋‹ด์•„ ์ฃผ์…จ์–ด์š”.
Dia bilang terlambat karena hujan, lalu memberiku jeruk lebih banyak dari biasanya.
์ €๋Š” ๊ทธ ๊ทค์„ ์ด์›ƒ๊ณผ ๋‚˜๋ˆ  ๋จน์œผ๋ฉฐ ๋”ฐ๋œปํ•œ ์ €๋…์„ ๋ณด๋ƒˆ์–ด์š”.
Aku berbagi jeruk itu dengan tetangga dan melewati malam yang hangat.
Kapan truk buah datang ke lingkungan itu?
  • Setiap hari hujan.
  • Setiap hari Kamis. โœ“
  • Setiap akhir pekan.
  • Setiap malam.
Mengapa truk itu datang terlambat hari itu?
  • Karena jeruknya habis terjual.
  • Karena truknya rusak.
  • Karena hujan deras. โœ“
  • Karena bapak itu sakit.
Apa yang dapat diketahui dari teks ini?
  • Si penulis tidak bisa membeli buah hari itu.
  • Bapak itu tidak memberi buah untuk dicicipi.
  • Hari itu hujan terus turun sampai malam.
  • Bapak pemilik truk itu sangat populer di lingkungan itu. โœ“

๐Ÿซ˜ Tahu yang Habis Sebelum Siang

์‹œ์žฅ ๊ณจ๋ชฉ ๋์—๋Š” ์†๋‘๋ถ€๋ฅผ ํŒŒ๋Š” ์ž‘์€ ๊ฐ€๊ฒŒ๊ฐ€ ์žˆ์–ด์š”.
Di ujung gang pasar, ada toko kecil yang menjual tahu buatan tangan.
์‚ฌ์žฅ๋‹˜์ด ๋งค์ผ ์ƒˆ๋ฒฝ์— ์ฝฉ์„ ๊ฐˆ์•„์„œ ๋”ฑ ์ •ํ•ด์ง„ ์–‘๋งŒ ๋งŒ๋“œ์„ธ์š”.
Setiap hari sebelum subuh, pemiliknya menggiling kedelai dan hanya membuat jumlah tertentu.
๊ทธ๋ž˜์„œ ์ด์›ƒ๋“ค์€ โ€œ์•„์นจ ์ผ์ฐ ๊ฐ€๋ฉด ๋ชฐ๋ผ๋„ ์ ์‹ฌ ์ดํ›„์—๋Š” ๊ทธ ๋‘๋ถ€ ๋ชป ์‚ฌ์š”.โ€๋ผ๊ณ  ๋งํ•ด์š”.
Karena itu tetangga bilang, โ€œKecuali datang pagi-pagi, setelah makan siang kamu tidak akan bisa membeli tahu itu.โ€
์ €๋Š” ์ฒ˜์Œ์— ๊ทธ ๋ง์„ ๋ฏฟ์ง€ ์•Š๊ณ  ์˜คํ›„์— ๊ฐ”๋‹ค๊ฐ€ ๋นˆ์†์œผ๋กœ ๋Œ์•„์˜จ ์ ์ด ์žˆ์–ด์š”.
Awalnya aku tidak percaya, dan pernah datang sore hari lalu pulang dengan tangan kosong.
๊ทธ๋ž˜์„œ ์ง€๋‚œ ํ† ์š”์ผ์—๋Š” ์•Œ๋žŒ์„ ๋งž์ถ”๊ณ  ์•„์นจ ์ผ๊ณฑ ์‹œ์— ๊ฐ€๊ฒŒ์— ๊ฐ”์–ด์š”.
Jadi Sabtu lalu aku memasang alarm dan pergi ke toko itu pukul tujuh pagi.
๋”ฐ๋œปํ•œ ๋‘๋ถ€๋ฅผ ์‚ฌ ์™€์„œ ๊ฐ„์žฅ๋งŒ ์ฐ์–ด ๋จน์—ˆ๋Š”๋ฐ๋„ ์ •๋ง ๊ณ ์†Œํ–ˆ์–ด์š”.
Aku membawa pulang tahu yang masih hangat, dan meski hanya dicocol kecap asin, rasanya sungguh gurih.
์ด์ œ๋Š” ์ฃผ๋ง ์•„์นจ๋งˆ๋‹ค ๊ทธ ๊ฐ€๊ฒŒ์— ๊ฐ€๋Š” ๊ฒƒ์ด ์ œ ์ž‘์€ ์ฆ๊ฑฐ์›€์ด ๋์–ด์š”.
Sekarang, pergi ke toko itu setiap akhir pekan pagi sudah menjadi kesenangan kecilku.
Mengapa sulit membeli tahu itu pada sore hari?
  • Karena hanya membuat jumlah tertentu. โœ“
  • Karena toko tutup pada sore hari.
  • Karena kedelai digiling pada sore hari.
  • Karena pemiliknya beristirahat pada sore hari.
Apa yang dilakukan si penulis Sabtu lalu?
  • Pergi membeli tahu pada sore hari.
  • Membuat tahu sendiri di rumah.
  • Pergi membeli tahu pagi-pagi. โœ“
  • Menitip tahu kepada tetangga.
Apa yang paling ingin disampaikan si penulis?
  • Tahu baru enak kalau dimakan tanpa kecap asin.
  • Membeli tahu pada akhir pekan pagi sudah menjadi kesenangan. โœ“
  • Tahu di pasar lebih mahal daripada di supermarket.
  • Perkataan tetangga tidak bisa dipercaya.

๐Ÿ›’ Uang yang Sama, Tas Belanja Lebih Ringan

์š”์ฆ˜ ์—„๋งˆ๋Š” ์žฅ์„ ๋ณด๊ณ  ์˜ค์‹ค ๋•Œ๋งˆ๋‹ค ์žฅ๋ฐ”๊ตฌ๋‹ˆ๊ฐ€ ๊ฐ€๋ฒผ์›Œ์กŒ๋‹ค๊ณ  ํ•˜์„ธ์š”.
Belakangan ini, setiap kali pulang berbelanja, Ibu bilang tas belanjanya jadi lebih ringan.
์ฑ„์†Œ์™€ ๊ณ ๊ธฐ ๊ฐ€๊ฒฉ์ด ์กฐ๊ธˆ์”ฉ ์˜ฌ๋ผ์„œ ๊ฐ™์€ ๋ˆ์œผ๋กœ ์‚ด ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ์–‘์ด ์ค„์—ˆ๊ธฐ ๋•Œ๋ฌธ์ด์—์š”.
Itu karena harga sayur dan daging naik sedikit demi sedikit, sehingga jumlah yang bisa dibeli dengan uang yang sama berkurang.
์–ด์ œ๋„ ์—„๋งˆ๋Š” ์˜์ˆ˜์ฆ์„ ๋ณด์‹œ๋ฉฐ โ€œ์ž‘๋…„๋งŒ ๊ฐ™์•„๋„ ์ด ๋ˆ์ด๋ฉด ์žฅ๋ฐ”๊ตฌ๋‹ˆ๊ฐ€ ๊ฝ‰ ์ฐผ์„ ํ…๋ฐ.โ€ ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Kemarin pun Ibu melihat struk belanja dan berkata, โ€œKalau masih seperti tahun lalu, uang segini pasti sudah memenuhi tas belanja.โ€
๊ทธ๋ž˜์„œ ์šฐ๋ฆฌ ๊ฐ€์กฑ์€ ์žฅ๋ณด๊ธฐ ๋ฐฉ๋ฒ•์„ ์กฐ๊ธˆ ๋ฐ”๊ฟ” ๋ณด๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Karena itu, keluargaku memutuskan untuk sedikit mengubah cara berbelanja.
๋จผ์ € ๋ƒ‰์žฅ๊ณ ์— ์žˆ๋Š” ์žฌ๋ฃŒ๋ฅผ ํ™•์ธํ•˜๊ณ  ๊ผญ ํ•„์š”ํ•œ ๊ฒƒ๋งŒ ์ ์–ด์„œ ๊ฐ€์š”.
Pertama, kami memeriksa bahan di kulkas dan hanya mencatat barang yang benar-benar diperlukan.
๋˜ ์‹œ์žฅ์ด ๋ฌธ์„ ๋‹ซ๊ธฐ ํ•œ ์‹œ๊ฐ„ ์ „์ฏค ๊ฐ€์„œ ์‹ธ๊ฒŒ ํŒŒ๋Š” ์ฑ„์†Œ๋ฅผ ์‚ฌ์š”.
Kami juga pergi ke pasar sekitar satu jam sebelum tutup dan membeli sayuran yang dijual murah.
๋ชจ์–‘์ด ์กฐ๊ธˆ ๋ชป์ƒ๊ฒจ๋„ ๋ง›์€ ๋˜‘๊ฐ™์€ ๊ณผ์ผ์„ ๊ณ ๋ฅด๋‹ˆ ์žฅ๋ฐ”๊ตฌ๋‹ˆ๊ฐ€ ๋‹ค์‹œ ๋ฌด๊ฑฐ์›Œ์กŒ์–ด์š”.
Dengan memilih buah yang bentuknya agak jelek tetapi rasanya sama, tas belanja kami kembali berat.
Mengapa Ibu bilang tas belanjanya jadi lebih ringan?
  • Karena Ibu jarang berbelanja.
  • Karena membeli tas belanja baru.
  • Karena keluarga makan sedikit.
  • Karena jumlah yang bisa dibeli dengan uang yang sama berkurang. โœ“
Manakah yang BUKAN cara keluarga itu berbelanja belakangan ini?
  • Membeli banyak sekaligus untuk disimpan. โœ“
  • Membawa daftar berisi barang yang perlu saja.
  • Pergi menjelang pasar tutup.
  • Membeli buah yang jelek tetapi enak.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Tahun lalu harga-harga lebih tinggi daripada sekarang.
  • Ibu berhenti berbelanja.
  • Keluarga itu pergi ke pasar begitu pasar buka.
  • Dengan uang yang sama, mereka kembali bisa membeli lebih banyak. โœ“

๐Ÿณ Japchae Setelah Satu Video Saja

์ด๋ฒˆ ์ฃผ๋ง์— ๋‚จํŽธ์˜ ํšŒ์‚ฌ ๋™๋ฃŒ๋“ค์ด ์šฐ๋ฆฌ ์ง‘์— ์ €๋…์„ ๋จน์œผ๋Ÿฌ ์˜ค๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Akhir pekan ini, rekan kerja suamiku akan datang ke rumah untuk makan malam.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์š”๋ฆฌ๋ฅผ ๊ฑฐ์˜ ํ•ด ๋ณธ ์ ์ด ์—†๋Š” ๋‚จํŽธ์ด ์žก์ฑ„๋ฅผ ์ง์ ‘ ๋งŒ๋“ค๊ฒ ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Tetapi suamiku, yang hampir tidak pernah memasak, bilang akan membuat japchae sendiri.
์–ด์ ฏ๋ฐค์— ์š”๋ฆฌ ์˜์ƒ์„ ํ•œ ๋ฒˆ ๋ณด๊ณ  ์ž์‹ ๊ฐ์ด ์ƒ๊ฒผ๋‹ค๋Š” ๊ฑฐ์˜ˆ์š”.
Katanya dia jadi percaya diri setelah menonton video memasak sekali tadi malam.
์ €๋Š” โ€œ์˜์ƒ ํ•œ ๋ฒˆ ๋ดค๋‹ค๊ณ  ์†๋‹˜์ƒ์— ์žก์ฑ„๋ฅผ ์˜ฌ๋ฆฌ๊ฒŒ์š”?โ€ ํ•˜๊ณ  ์›ƒ์œผ๋ฉฐ ๋ฌผ์—ˆ์–ด์š”.
Aku tertawa dan bertanya, โ€œBaru nonton video sekali, mau menyajikan japchae untuk tamu?โ€
๊ฒฐ๊ตญ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ํ† ์š”์ผ ์˜ค์ „์— ํ•จ๊ป˜ ์—ฐ์Šตํ•ด ๋ณด๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Akhirnya kami memutuskan untuk berlatih bersama pada Sabtu pagi.
๋‹น๋ฉด์„ ๋„ˆ๋ฌด ์˜ค๋ž˜ ์‚ถ์•„์„œ ์ฒ˜์Œ์—๋Š” ์‹คํŒจํ–ˆ์ง€๋งŒ ๋‘ ๋ฒˆ์งธ๋Š” ๊ฝค ๊ดœ์ฐฎ์•˜์–ด์š”.
Percobaan pertama gagal karena sohun direbus terlalu lama, tetapi yang kedua cukup bagus.
์ €๋…์— ๋™๋ฃŒ๋“ค์ด ์žก์ฑ„๋ฅผ ์นญ์ฐฌํ•˜์ž ๋‚จํŽธ์€ ๋ฌด์ฒ™ ๋ฟŒ๋“ฏํ•ดํ–ˆ์–ด์š”.
Malamnya, ketika rekan-rekannya memuji japchae itu, suamiku merasa sangat bangga.
Mengapa suami itu bilang akan membuat japchae?
  • Karena rekan-rekannya meminta japchae.
  • Karena jadi percaya diri setelah menonton video memasak. โœ“
  • Karena si penulis tidak pandai memasak.
  • Karena sudah sering membuat japchae.
Mengapa latihan pertama gagal?
  • Karena sohun direbus terlalu sebentar.
  • Karena memasukkan terlalu banyak sayuran.
  • Karena sohun direbus terlalu lama. โœ“
  • Karena tidak menonton video sampai selesai.
Manakah yang sesuai dengan isi teks?
  • Suami itu mendapat pujian dari para tamu. โœ“
  • Suami itu orang yang sering memasak.
  • Mereka berdua membeli japchae lalu menyajikannya.
  • Mereka berlatih pada Minggu sore.

๐Ÿœ Kedai Mi yang Tak Pernah Berubah

์šฐ๋ฆฌ ๋™๋„ค ์‹œ์žฅ ํ•œ๊ฐ€์šด๋ฐ์—๋Š” ์˜์ž๊ฐ€ ์—ฌ์„ฏ ๊ฐœ๋ฟ์ธ ์ž‘์€ ๊ตญ์ˆซ์ง‘์ด ์žˆ์–ด์š”.
Di tengah pasar di lingkungan kami, ada kedai mi kecil yang hanya punya enam kursi.
์ฃผ์ธ ํ• ๋จธ๋‹ˆ๋Š” ์‚ผ์‹ญ ๋…„ ๋™์•ˆ ๊ฐ™์€ ์ž๋ฆฌ์—์„œ ๊ฐ™์€ ๋ฐฉ๋ฒ•์œผ๋กœ ๊ตญ์ˆ˜๋ฅผ ๋งŒ๋“ค์–ด ์˜ค์…จ์–ด์š”.
Nenek pemilik kedai sudah tiga puluh tahun membuat mi di tempat yang sama dengan cara yang sama.
๋ฉธ์น˜์™€ ๋‹ค์‹œ๋งˆ๋กœ ๊ตญ๋ฌผ์„ ๋‚ด๊ณ  ๋ฉด์€ ์ฃผ๋ฌธ์„ ๋ฐ›์€ ํ›„์—์•ผ ์‚ถ์œผ์„ธ์š”.
Beliau membuat kuah dari ikan teri dan rumput laut kombu, dan baru merebus mi setelah menerima pesanan.
๋ช‡ ๋…„ ์ „ ์‹œ์žฅ์„ ์ƒˆ๋กœ ๋‹จ์žฅํ•  ๋•Œ ๊ฐ€๊ฒŒ๋ฅผ ๋„“ํžˆ์ž๋Š” ์ œ์•ˆ๋„ ์žˆ์—ˆ๋Œ€์š”.
Katanya, beberapa tahun lalu waktu pasar direnovasi, sempat ada usulan untuk memperluas kedainya.
ํ•˜์ง€๋งŒ ํ• ๋จธ๋‹ˆ๋Š” ์†๋‹˜ ์–ผ๊ตด์„ ๋ณด๋ฉฐ ๊ตญ์ˆ˜๋ฅผ ๋ง์•„ ์ฃผ๊ณ  ์‹ถ๋‹ค๋ฉฐ ๊ฑฐ์ ˆํ•˜์…จ์–ด์š”.
Tapi nenek itu menolak, katanya ia ingin menyajikan mi sambil melihat wajah para pelanggannya.
๊ทธ๋ž˜์„œ์ธ์ง€ ์ด ๊ฐ€๊ฒŒ์—๋Š” ์–ด๋ฆด ๋•Œ๋ถ€ํ„ฐ ์˜ค๋˜ ์†๋‹˜๋“ค์ด ์ง€๊ธˆ๋„ ๋งŽ์•„์š”.
Mungkin karena itu, sampai sekarang masih banyak pelanggan yang sudah datang ke kedai ini sejak kecil.
์ €๋„ ๋งˆ์Œ์ด ํ—ˆ์ „ํ•œ ๋‚ ์ด๋ฉด ์ด ์ง‘ ๊ตญ์ˆ˜ ํ•œ ๊ทธ๋ฆ‡์œผ๋กœ ์œ„๋กœ๋ฅผ ๋ฐ›์•„์š”.
Saya juga, kalau sedang merasa hampa, terhibur oleh semangkuk mi dari kedai ini.
Mengapa nenek itu tidak memperluas kedainya?
  • Karena pihak pasar tidak mengizinkan kedainya diperluas.
  • Karena ia ingin menyajikan makanan sambil melihat wajah pelanggan. โœ“
  • Karena ia tidak punya uang untuk memperluas kedainya.
  • Karena pelanggannya tidak terlalu banyak.
Pernyataan mana yang benar tentang kedai mi ini?
  • Kuahnya dibuat dari daging.
  • Kedai itu punya lebih dari dua puluh kursi.
  • Mi direbus setelah menerima pesanan. โœ“
  • Kedai itu pindah tempat beberapa tahun lalu.
Apa yang dapat diketahui dari tulisan ini?
  • Nenek itu baru-baru ini membuka kedai mi.
  • Penulis baru pertama kali pergi ke kedai ini.
  • Nenek itu sering mencoba resep baru.
  • Banyak pelanggan yang sudah lama datang ke kedai ini. โœ“

๐Ÿฒ Rahasia Sup yang Lebih Kaya Rasa

์ €๋Š” ํ˜ผ์ž ์‚ฐ ์ง€ ์ด ๋…„์ด ๋๋Š”๋ฐ ๋œ์žฅ์ฐŒ๊ฐœ๋งŒํผ์€ ์ž์ฃผ ๋“์—ฌ ๋จน์–ด์š”.
Sudah dua tahun saya tinggal sendiri, dan sup doenjang adalah masakan yang sering saya buat.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์•„๋ฌด๋ฆฌ ๋ ˆ์‹œํ”ผ๋Œ€๋กœ ํ•ด๋„ ์—„๋งˆ๊ฐ€ ํ•ด ์ฃผ์‹œ๋˜ ๋ง›์ด ๋‚˜์ง€ ์•Š์•˜์–ด์š”.
Tapi seberapa pun saya mengikuti resep, rasanya tidak pernah seperti buatan ibu.
์ง€๋‚œ๋‹ฌ ๊ณ ํ–ฅ์— ๊ฐ”์„ ๋•Œ ํ• ๋จธ๋‹ˆ๊ป˜์„œ ์ง์ ‘ ๋‹ด๊ทธ์‹  ๋œ์žฅ์„ ํ•œ ํ†ต ์‹ธ ์ฃผ์…จ์–ด์š”.
Bulan lalu waktu saya pulang kampung, nenek membekali saya sewadah doenjang buatannya sendiri.
๊ทธ ๋œ์žฅ์œผ๋กœ ์ฐŒ๊ฐœ๋ฅผ ๋“์˜€๋”๋‹ˆ ๋ง›์ด ํ›จ์”ฌ ๊นŠ๊ณ  ๊ตฌ์ˆ˜ํ•ด์กŒ์–ด์š”.
Waktu saya memasak sup dengan doenjang itu, rasanya jadi jauh lebih dalam dan gurih.
ํ• ๋จธ๋‹ˆ ๋œ์žฅ์„ ๋„ฃ์–ด์„œ์ธ์ง€ ํ•œ ์ˆŸ๊ฐ€๋ฝ ๋จน์ž๋งˆ์ž ์–ด๋ฆฐ ์‹œ์ ˆ์ด ๋– ์˜ฌ๋ž์–ด์š”.
Mungkin karena memakai doenjang nenek, begitu mencicipi sesendok, saya langsung teringat masa kecil.
์—„๋งˆ๊ป˜ ์ „ํ™”๋กœ ๋ง์”€๋“œ๋ฆฌ๋‹ˆ ์—„๋งˆ๋„ ๋Š˜ ํ• ๋จธ๋‹ˆ ๋œ์žฅ์„ ์“ฐ์…จ๋‹ค๊ณ  ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Waktu saya cerita ke ibu lewat telepon, ibu bilang ia juga selalu memakai doenjang nenek.
์ €๋Š” ์ด์ œ์•ผ ๊ทธ๋™์•ˆ ๋ถ€์กฑํ–ˆ๋˜ ๋ง›์˜ ๋น„๋ฐ€์„ ์•Œ๊ฒŒ ๋์–ด์š”.
Baru sekarang saya tahu rahasia rasa yang selama ini kurang.
Mengapa rasa sup penulis berubah?
  • Karena memakai doenjang buatan nenek. โœ“
  • Karena menemukan resep baru.
  • Karena ibu mengajarkan cara memasaknya.
  • Karena membawa sayuran dari kampung halaman.
Apa yang dikatakan ibu lewat telepon?
  • Ibu bilang ia jarang memasak sup doenjang.
  • Ibu bilang akan membeli dan mengirim doenjang baru.
  • Ibu bilang ia selalu memakai doenjang nenek. โœ“
  • Ibu bilang harus memasak sesuai resep.
Mana yang sesuai dengan isi tulisan ini?
  • Penulis hampir tidak pernah makan sup doenjang.
  • Penulis sudah tinggal sendiri selama dua tahun. โœ“
  • Nenek mengirim doenjang lewat jasa kiriman.
  • Ibu membeli doenjang di toko untuk dipakai.

๐Ÿฆ€ Memilih Lapak di Pasar Ikan yang Ramai

์ง€๋‚œ ์ฃผ๋ง์— ์ €๋Š” ์นœ๊ตฌ ๋„์œค์ด์™€ ๋ฐ”๋‹ท๊ฐ€ ๊ทผ์ฒ˜์˜ ์ˆ˜์‚ฐ ์‹œ์žฅ์— ๊ฐ”์–ด์š”.
Akhir pekan lalu saya pergi ke pasar ikan dekat pantai bersama teman saya, Doyun.
์‹œ์žฅ์— ๋“ค์–ด์„œ์ž๋งˆ์ž ์—ฌ๊ธฐ์ €๊ธฐ์„œ ์ƒ์ธ๋“ค์ด ์†๋‹˜์„ ๋ถˆ๋ €์–ด์š”.
Begitu masuk pasar, para pedagang di mana-mana memanggil pembeli.
๋ช‡๋ช‡ ์ƒ์ธ๋“ค์€ ์šฐ๋ฆฌ ํŒ”์„ ์žก๊ณ  ์ž๊ธฐ ๊ฐ€๊ฒŒ๋กœ ์˜ค๋ผ๊ณ  ๊ณ„์† ์กธ๋ผ ๋Œ”์–ด์š”.
Beberapa pedagang menarik lengan kami dan terus mendesak kami untuk datang ke lapak mereka.
์ •์‹ ์ด ํ•˜๋‚˜๋„ ์—†๋˜ ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์ฃผ์ธ์ด ์กฐ์šฉํžˆ ์ƒ์„ ์„ ์†์งˆํ•˜๊ณ  ์žˆ๋Š” ๊ฐ€๊ฒŒ ์•ž์— ๋ฉˆ์ถฐ ์„ฐ์–ด์š”.
Karena benar-benar kewalahan, kami berhenti di depan lapak yang pemiliknya sedang membersihkan ikan dengan tenang.
๊ทธ ๊ฐ€๊ฒŒ ์•„์ฃผ๋จธ๋‹ˆ๋Š” ์˜ค๋Š˜ ๋“ค์–ด์˜จ ์ƒ์„ ์ด ๋ฌด์—‡์ธ์ง€ ์ฐจ๋ถ„ํ•˜๊ฒŒ ์„ค๋ช…ํ•ด ์ฃผ์…จ์–ด์š”.
Ibu pemilik lapak itu dengan tenang menjelaskan ikan apa saja yang datang hari itu.
์šฐ๋ฆฌ๋Š” ๊ทธ ์„ค๋ช…์„ ๋“ฃ๊ณ  ๊ด‘์–ด์™€ ์ƒˆ์šฐ๋ฅผ ์‚ฌ์„œ ๊ทผ์ฒ˜ ์‹๋‹น์—์„œ ๋จน์—ˆ์–ด์š”.
Setelah mendengar penjelasannya, kami membeli ikan sebelah dan udang, lalu memakannya di rumah makan dekat situ.
ํฐ ์†Œ๋ฆฌ๋ณด๋‹ค ์นœ์ ˆํ•œ ์„ค๋ช…์ด ์†๋‹˜์˜ ๋งˆ์Œ์„ ๋” ์›€์ง์ธ๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋А๊ผˆ์–ด์š”.
Saya merasa penjelasan yang ramah lebih menyentuh hati pembeli daripada suara keras.
Mengapa mereka berdua berhenti di depan lapak yang tenang?
  • Karena ikan di lapak itu paling murah.
  • Karena Doyun sudah kenal lapak itu.
  • Karena hanya ada satu lapak yang menjual ikan sebelah.
  • Karena para pedagang terus memanggil sehingga mereka kewalahan. โœ“
Apa yang dilakukan ibu di lapak yang tenang itu?
  • Menjelaskan dengan tenang ikan yang datang hari itu. โœ“
  • Menarik lengan mereka berdua dan memanggil mereka ke lapaknya.
  • Menjual ikan dengan setengah harga.
  • Pergi ke rumah makan bersama mereka berdua.
Apa yang paling ingin disampaikan penulis?
  • Jangan pergi ke pasar ikan pada akhir pekan.
  • Ikan lebih baik dimakan di rumah makan.
  • Pedagang harus memanggil pembeli dengan suara keras.
  • Penjelasan yang ramah lebih efektif daripada suara keras. โœ“

๐Ÿš Sup Mi Kerang Penuh Pasir

์ €๋Š” ๋ฐ”์ง€๋ฝ์„ ๋„ฃ์€ ์นผ๊ตญ์ˆ˜๋ฅผ ์ข‹์•„ํ•ด์„œ ์ง์ ‘ ๋งŒ๋“ค์–ด ๋ณด๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Saya suka kalguksu dengan kerang, jadi saya memutuskan untuk mencoba membuatnya sendiri.
์‹œ์žฅ์—์„œ ์‹ฑ์‹ฑํ•œ ๋ฐ”์ง€๋ฝ์„ ํ•œ ๋ด‰์ง€ ์‚ฌ ์™€์„œ ๋ฐ”๋กœ ์”ป์–ด ๋ƒ„๋น„์— ๋„ฃ์—ˆ์–ด์š”.
Saya membeli sekantong kerang segar di pasar, mencucinya, lalu langsung memasukkannya ke panci.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ๊ตญ๋ฌผ์„ ํ•œ ์ˆŸ๊ฐ€๋ฝ ๋จน์ž๋งˆ์ž ์ž…์•ˆ์—์„œ ๋ชจ๋ž˜๊ฐ€ ์”นํ˜”์–ด์š”.
Tapi begitu mencicipi sesendok kuahnya, terasa pasir di mulut saya.
์ €๋Š” ๋ฐ”์ง€๋ฝ์„ ํ•ด๊ฐํ•  ์ค„ ๋ชฐ๋ผ์„œ ๋ชจ๋ž˜๋ฅผ ๋นผ์ง€ ์•Š๊ณ  ์š”๋ฆฌํ•œ ๊ฑฐ์˜ˆ์š”.
Saya tidak tahu cara membuang pasir dari kerang, jadi saya memasaknya tanpa mengeluarkan pasirnya.
๋‹ค์Œ ๋‚  ์กฐ๊ฐœ ๊ฐ€๊ฒŒ ์‚ฌ์žฅ๋‹˜๊ป˜ ์—ฌ์ญค๋ณด๋‹ˆ ์†Œ๊ธˆ๋ฌผ์— ๋‹ด๊ฐ€ ์–ด๋‘์šด ๊ณณ์— ๋‘๋ฉด ๋œ๋‹ค๊ณ  ํ•˜์…จ์–ด์š”.
Keesokan harinya saya bertanya kepada pemilik toko kerang, dan beliau bilang cukup direndam di air garam lalu diletakkan di tempat gelap.
๋ง์”€๋Œ€๋กœ ํ•œ ์‹œ๊ฐ„์ฏค ๋‘์—ˆ๋”๋‹ˆ ๋ฐ”์ง€๋ฝ์ด ๋ชจ๋ž˜๋ฅผ ๋ฑ‰์–ด ๋ƒˆ์–ด์š”.
Saya membiarkannya sekitar satu jam sesuai sarannya, dan kerangnya memuntahkan pasir.
๋‘ ๋ฒˆ์งธ๋กœ ๋“์ธ ์นผ๊ตญ์ˆ˜๋Š” ๋ชจ๋ž˜ ์—†์ด ์‹œ์›ํ•˜๊ณ  ๋ง›์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Kalguksu yang saya masak kedua kalinya tidak berpasir, segar, dan enak.
Mengapa ada pasir di kalguksu yang pertama?
  • Karena kerangnya tidak segar.
  • Karena pasir di kerang tidak dikeluarkan. โœ“
  • Karena pancinya tidak dicuci bersih.
  • Karena terlalu banyak air garam yang dimasukkan.
Apa yang disarankan pemilik toko?
  • Langsung dimasukkan ke air panas.
  • Membeli kerang yang baru.
  • Direndam di air garam lalu diletakkan di tempat gelap. โœ“
  • Diletakkan di tempat terang selama sehari.
Mana yang sesuai dengan isi tulisan ini?
  • Kalguksu yang kedua tidak berpasir. โœ“
  • Penulis memang sudah tahu cara membuang pasir dari kerang.
  • Kerangnya direndam di air garam selama sehari.
  • Penulis memutuskan untuk membeli kalguksu saja.

๐Ÿฅ’ Kenapa Sayuranku Selalu Busuk

์ €๋Š” ํšŒ์‚ฌ ์ผ์ด ๋ฐ”๋น ์„œ ์ €๋…์„ ๋ฐ–์—์„œ ๋จน๋Š” ๋‚ ์ด ๋งŽ์•„์š”.
Karena sibuk dengan pekerjaan kantor, saya sering makan malam di luar.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ๋„ ์ฃผ๋ง๋งˆ๋‹ค ๋Œ€ํ˜• ๋งˆํŠธ์—์„œ ์ฑ„์†Œ๋ฅผ ์ž”๋œฉ ์‚ฌ ์˜ค๊ณค ํ–ˆ์–ด์š”.
Meski begitu, setiap akhir pekan saya biasanya membeli banyak sayuran di supermarket besar.
์ง‘์—์„œ ์š”๋ฆฌ๋ฅผ ๊ฑฐ์˜ ์•ˆ ํ•˜๋Š” ํƒ“์— ๋ƒ‰์žฅ๊ณ  ์† ์ฑ„์†Œ๊ฐ€ ์ž์ฃผ ์‹œ๋“ค๊ณ  ์ƒํ–ˆ์–ด์š”.
Karena saya hampir tidak pernah memasak di rumah, sayuran di kulkas sering layu dan busuk.
์‹œ๋“  ์˜ค์ด์™€ ์ƒ์ถ”๋ฅผ ๋ฒ„๋ฆด ๋•Œ๋งˆ๋‹ค ๋ˆ๋„ ์•„๊น๊ณ  ๋งˆ์Œ๋„ ๋ถˆํŽธํ–ˆ์–ด์š”.
Setiap kali membuang mentimun dan selada yang layu, saya merasa sayang uangnya dan tidak enak hati.
๊ทธ๋ž˜์„œ ์š”์ฆ˜์€ ํ‡ด๊ทผ๊ธธ์— ๋™๋„ค ์ฑ„์†Œ ๊ฐ€๊ฒŒ์— ๋“ค๋Ÿฌ ๊ทธ๋‚  ๋จน์„ ๋งŒํผ๋งŒ ์‚ฌ์š”.
Jadi akhir-akhir ini saya mampir ke toko sayur di lingkungan rumah sepulang kerja dan hanya membeli secukupnya untuk hari itu.
๊ทธ ๊ฐ€๊ฒŒ์—์„œ๋Š” ์˜ค์ด ํ•œ ๊ฐœ๋‚˜ ๋Œ€ํŒŒ ๋ฐ˜ ๋‹จ๋„ ์‚ด ์ˆ˜ ์žˆ์–ด์„œ ํŽธํ•ด์š”.
Di toko itu kita bisa membeli satu mentimun saja atau setengah ikat daun bawang, jadi praktis.
์กฐ๊ธˆ์”ฉ ์ž์ฃผ ์‚ฌ๋‹ˆ๊นŒ ๋ฒ„๋ฆฌ๋Š” ์ฑ„์†Œ๊ฐ€ ๊ฑฐ์˜ ์—†์–ด์ง€๊ณ  ์š”๋ฆฌํ•˜๋Š” ๋‚ ๋„ ๋Š˜์—ˆ์–ด์š”.
Karena membeli sedikit-sedikit tapi sering, sayuran yang terbuang hampir tidak ada, dan hari-hari saya memasak pun bertambah.
Mengapa sayuran di kulkas sering busuk?
  • Karena kulkasnya rusak.
  • Karena penulis hampir tidak pernah memasak di rumah. โœ“
  • Karena sayuran dari toko sayur tidak segar.
  • Karena penulis membeli terlalu sedikit sayuran.
Apa kelebihan toko sayur di lingkungan rumah?
  • Jenis sayurannya lebih banyak daripada supermarket besar.
  • Buka sampai larut malam.
  • Bisa membeli sedikit-sedikit, secukupnya saja. โœ“
  • Mengantar sayuran sampai ke rumah.
Mana yang sesuai dengan isi tulisan ini?
  • Penulis masih membeli banyak sayuran setiap akhir pekan.
  • Penulis selalu makan malam di rumah.
  • Toko itu hanya menjual daun bawang per ikat.
  • Sekarang hari-hari penulis memasak bertambah. โœ“
Latihan gratis di aplikasi โ†’