๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Hanguru โ€” Belajar bahasa Korea

hanguru.app

โ† Kembali ke aplikasi โ† Lihat semua pelajaran

Membaca bahasa Korea โ€” Kehidupan sehari-hari

20 bacaan tingkat TOPIK II dari tema "Kehidupan sehari-hari", masing-masing dengan terjemahan kalimat dan pertanyaan pemahaman.

๐Ÿš† Ketinggalan Kereta

๋ฏผ์žฌ๋Š” ์ค‘์š”ํ•œ ์•ฝ์†์ด ์žˆ์–ด์„œ ํ‰์†Œ๋ณด๋‹ค ์ผ์ฐ ์ง‘์—์„œ ๋‚˜์™”์–ด์š”.
Minjae berangkat dari rumah lebih pagi dari biasanya karena ada janji penting.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์—ญ์— ๋„์ฐฉํ•˜์ž๋งˆ์ž ๊ธฐ์ฐจ๊ฐ€ ์ถœ๋ฐœํ•œ๋‹ค๋Š” ์•ˆ๋‚ด ๋ฐฉ์†ก์ด ๋‚˜์™”์–ด์š”.
Namun, begitu tiba di stasiun, terdengar pengumuman bahwa kereta akan segera berangkat.
๋ฏผ์žฌ๋Š” ์„œ๋‘˜๋Ÿฌ ๋‹ฌ๋ ค๊ฐ”์ง€๋งŒ ๊ฒฐ๊ตญ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ๋†“์น˜๊ณ  ๋ง์•˜์–ด์š”.
Minjae bergegas ke sana, tetapi pada akhirnya dia ketinggalan kereta.
๋‹คํ–‰ํžˆ ๋‹ค์Œ ๊ธฐ์ฐจ๊ฐ€ ์‚ผ์‹ญ ๋ถ„ ํ›„์— ์žˆ์–ด์„œ ์•ฝ์† ์žฅ์†Œ์— ๋Šฆ์ง€ ์•Š์„ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Untungnya, kereta berikutnya berangkat tiga puluh menit kemudian, sehingga dia bisa sampai di tempat pertemuan tanpa terlambat.
๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๋Š” ๋™์•ˆ ๋ฏผ์žฌ๋Š” ๋Œ€๊ธฐ์‹ค์— ์•‰์•„์„œ ์•ฝ์† ์ž๋ฆฌ์—์„œ ํ•  ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ์ฐจ๋ถ„ํžˆ ์ •๋ฆฌํ–ˆ์–ด์š”.
Sambil menunggu kereta, Minjae duduk di ruang tunggu dan dengan tenang menyusun apa yang akan dia bicarakan dalam pertemuan.
์•ฝ์† ์žฅ์†Œ์— ๋„์ฐฉํ–ˆ์„ ๋•Œ ์ƒ๋Œ€๋ฐฉ๋„ ๋ง‰ ๋„์ฐฉํ•ด์„œ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ๋ฐ”๋กœ ์‹œ์ž‘ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Saat dia tiba di tempat pertemuan, orang yang ditemuinya juga baru saja datang, jadi mereka bisa langsung mulai berbicara.
๋ฏผ์žฌ๋Š” ์•ž์œผ๋กœ ์ค‘์š”ํ•œ ๋‚ ์—๋Š” ์‹œ๊ฐ„์„ ๋” ๋„‰๋„‰ํ•˜๊ฒŒ ๋‘๊ณ  ์ถœ๋ฐœํ•˜๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Minjae memutuskan bahwa mulai sekarang, pada hari-hari penting dia akan berangkat dengan waktu yang lebih longgar.
Mengapa Minjae berangkat dari rumah lebih pagi dari biasanya?
  • Dia ingin berolahraga.
  • Dia punya janji penting. โœ“
  • Dia ingin membeli tiket kereta.
  • Dia harus bertemu teman di stasiun.
Mengapa pada akhirnya Minjae bisa tiba tepat waktu?
  • Pertemuannya dibatalkan.
  • Kereta berikutnya datang tiga puluh menit kemudian. โœ“
  • Temannya menunggunya.
  • Dia naik taksi sebagai gantinya.
Apa yang dilakukan Minjae sambil menunggu kereta?
  • Dia keluar dari stasiun untuk mencari taksi.
  • Dia menyusun apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan di ruang tunggu. โœ“
  • Dia menelepon orang yang akan ditemuinya dan meminta maaf.
  • Dia sarapan di kafe dekat stasiun.

๐Ÿ“ฆ Paket yang Salah Kirim

์ง€์ˆ˜๋Š” ์ธํ„ฐ๋„ท์œผ๋กœ ์ฃผ๋ฌธํ•œ ๋ฌผ๊ฑด์„ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๊ณ  ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Jisoo sedang menunggu barang yang dia pesan secara daring.
ํƒ๋ฐฐ๊ฐ€ ๋„์ฐฉํ–ˆ๋‹ค๋Š” ์•Œ๋ฆผ์„ ๋ฐ›๊ณ  ๋ฌธ์„ ์—ด์–ด ๋ณด๋‹ˆ ์˜ˆ์ƒ๊ณผ ๋‹ค๋ฅธ ์ƒ์ž๊ฐ€ ๋†“์—ฌ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Setelah menerima notifikasi bahwa paketnya sudah sampai, dia membuka pintu dan mendapati kotak yang berbeda dari yang diharapkan.
์ƒ์ž์— ์ ํžŒ ์ฃผ์†Œ๋ฅผ ํ™•์ธํ•ด ๋ณด๋‹ˆ ์˜†์ง‘์œผ๋กœ ๋ฐฐ๋‹ฌ๋˜์–ด์•ผ ํ•  ๋ฌผ๊ฑด์ด์—ˆ์–ด์š”.
Ketika dia memeriksa alamat di kotak itu, dia sadar bahwa itu seharusnya dikirim ke tetangga sebelah.
์ง€์ˆ˜๋Š” ๋ฐ”๋กœ ์˜†์ง‘์— ๊ฐ€์ ธ๋‹ค์ฃผ์—ˆ๊ณ , ์กฐ๊ธˆ ํ›„์— ์ž์‹ ์˜ ํƒ๋ฐฐ๋„ ๋„์ฐฉํ–ˆ์–ด์š”.
Jisoo segera mengantarkannya ke tetangga, dan tak lama kemudian paketnya sendiri juga sampai.
์˜†์ง‘ ์‚ฌ๋žŒ์€ ์ง€์ˆ˜์—๊ฒŒ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๋ฉฐ ์ง์ ‘ ๋งŒ๋“  ์ฟ ํ‚ค๋ฅผ ๋‚˜๋ˆ  ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Tetangganya berterima kasih kepada Jisoo dan membagikan kue kering buatannya sendiri.
๊ทธ ์ผ์„ ๊ณ„๊ธฐ๋กœ ์ง€์ˆ˜๋Š” ์ด์›ƒ๊ณผ ๋ฐ˜๊ฐ‘๊ฒŒ ์ธ์‚ฌ๋ฅผ ๋‚˜๋ˆ„๋Š” ์‚ฌ์ด๊ฐ€ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Sejak kejadian itu, Jisoo dan tetangganya jadi saling menyapa dengan ramah.
์ง€์ˆ˜๋Š” ์ž‘์€ ์‹ค์ˆ˜๊ฐ€ ์˜คํžˆ๋ ค ์ข‹์€ ์ธ์—ฐ์„ ๋งŒ๋“ค์–ด ์ฃผ์—ˆ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ–ˆ์–ด์š”.
Jisoo berpikir bahwa kesalahan kecil justru membawa hubungan yang baik.
Mengapa kotak yang ada di depan pintu Jisoo bukan miliknya?
  • Tetangganya memberikannya kepadanya.
  • Jisoo salah memesan barang.
  • Barang itu dikirim ke alamat yang salah. โœ“
  • Perusahaan pengiriman mengubah pesanannya.
Apa yang dilakukan Jisoo setelah memeriksa alamat itu?
  • Dia membuka kotak itu.
  • Dia mengembalikannya ke perusahaan pengiriman.
  • Dia membuangnya.
  • Dia mengantarkannya ke tetangganya. โœ“
Apa yang dipikirkan Jisoo setelah kejadian ini?
  • Dia harus mengajukan keluhan ke perusahaan pengiriman.
  • Dia tidak akan pernah memesan secara daring lagi.
  • Berkat kesalahan kecil, terjalin hubungan yang baik. โœ“
  • Berbicara dengan tetangga terasa tidak nyaman.

๐ŸšŒ Pindah Bus

์„œ์ค€์€ ์ฒ˜์Œ ๊ฐ€๋Š” ๊ณณ์—์„œ ์นœ๊ตฌ๋ฅผ ๋งŒ๋‚˜๊ธฐ๋กœ ํ•ด์„œ ๋ฒ„์Šค๋ฅผ ๋‘ ๋ฒˆ ๊ฐˆ์•„ํƒ€์•ผ ํ–ˆ์–ด์š”.
Seojun harus berpindah bus dua kali karena dia akan bertemu teman di tempat yang belum pernah dia kunjungi.
์ฒซ ๋ฒˆ์งธ ๋ฒ„์Šค์—์„œ๋Š” ๋ฌธ์ œ๊ฐ€ ์—†์—ˆ์ง€๋งŒ, ๋‘ ๋ฒˆ์งธ ๋ฒ„์Šค๋ฅผ ์–ด๋””์—์„œ ํƒ€์•ผ ํ•˜๋Š”์ง€ ๋ชฐ๋ž์–ด์š”.
Tidak ada masalah dengan bus pertama, tetapi dia tidak tahu di mana harus naik bus kedua.
์„œ์ค€์€ ์ง€๋‚˜๊ฐ€๋Š” ์‚ฌ๋žŒ์—๊ฒŒ ๋ฌผ์–ด๋ณธ ๋’ค ์•ˆ๋‚ด๋ฐ›์€ ์ •๋ฅ˜์žฅ์œผ๋กœ ์ด๋™ํ–ˆ์–ด์š”.
Setelah bertanya kepada orang yang lewat, Seojun pergi ke halte bus yang ditunjukkan.
์กฐ๊ธˆ ๋Šฆ์„ ๋ป”ํ–ˆ์ง€๋งŒ ์•ฝ์† ์‹œ๊ฐ„๋ณด๋‹ค ์˜ค ๋ถ„ ๋จผ์ € ๋„์ฐฉํ–ˆ์–ด์š”.
Dia hampir terlambat, tetapi akhirnya tiba lima menit sebelum waktu janji.
์นœ๊ตฌ๋Š” ์ฒ˜์Œ ์˜ค๋Š” ๊ธธ์ธ๋ฐ ์ž˜ ์ฐพ์•„์™”๋‹ค๋ฉฐ ์„œ์ค€์„ ๋ฐ˜๊ฐ‘๊ฒŒ ๋งž์•„ ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Temannya menyambut Seojun dengan gembira dan bilang dia pintar menemukan jalan meskipun baru pertama kali datang.
๋‘ ์‚ฌ๋žŒ์€ ๊ทผ์ฒ˜ ์‹๋‹น์—์„œ ์ ์‹ฌ์„ ๋จน์œผ๋ฉฐ ์„œ์ค€์ด ๊ธธ์„ ์ฐพ์€ ์ด์•ผ๊ธฐ๋ฅผ ๋‚˜๋ˆด์–ด์š”.
Keduanya makan siang di restoran terdekat sambil membicarakan cerita Seojun mencari jalan.
์„œ์ค€์€ ๋ชจ๋ฅด๋Š” ๊ฒƒ์ด ์žˆ์„ ๋•Œ ์ฃผ๋ณ€ ์‚ฌ๋žŒ์—๊ฒŒ ๋ฌผ์–ด๋ณด๋Š” ๊ฒƒ๋„ ์ข‹์€ ๋ฐฉ๋ฒ•์ด๋ผ๊ณ  ๋А๊ผˆ์–ด์š”.
Seojun merasa bahwa bertanya kepada orang di sekitar saat tidak tahu sesuatu juga merupakan cara yang baik.
Mengapa Seojun harus berpindah bus dua kali?
  • Dia pergi ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. โœ“
  • Bus pertama rusak.
  • Dia ingin mengambil rute yang lebih jauh.
  • Temannya memintanya berpindah bus.
Bagaimana Seojun menemukan halte bus yang tepat?
  • Dia mengikuti temannya.
  • Dia naik taksi.
  • Dia bertanya kepada orang yang lewat. โœ“
  • Dia pulang ke rumah.
Manakah yang sesuai dengan isi bacaan?
  • Seojun makan siang bersama temannya. โœ“
  • Seojun sedikit terlambat dari waktu janji.
  • Seojun tersesat di bus pertama.
  • Temannya datang menjemput Seojun di halte bus.

๐ŸšŒ Di Halte Bus

๋ฏผ์ง€๋Š” ๋ฒ„์Šค ์ •๋ฅ˜์žฅ์—์„œ ๋ฒ„์Šค๋ฅผ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๋‹ค๊ฐ€ ํ•œ ๋…ธ์ธ์ด ๊ธธ์„ ์ฐพ์ง€ ๋ชปํ•˜๊ณ  ์žˆ๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋ณด์•˜์–ด์š”.
Sambil menunggu bus di halte, Minji melihat seorang lansia yang tidak bisa menemukan jalan.
๋…ธ์ธ์€ ์ฒ˜์Œ ๊ฐ€๋Š” ๊ณณ์ด๋ผ์„œ ์–ด๋А ๋ฒ„์Šค๋ฅผ ํƒ€์•ผ ํ•˜๋Š”์ง€ ๋ชฐ๋ž์–ด์š”.
Lansia itu tidak tahu bus mana yang harus dinaiki karena baru pertama kali pergi ke tempat itu.
๋ฏผ์ง€๋Š” ํœด๋Œ€์ „ํ™”๋กœ ์ง€๋„๋ฅผ ํ™•์ธํ•œ ๋‹ค์Œ ํƒ€์•ผ ํ•  ๋ฒ„์Šค ๋ฒˆํ˜ธ๋ฅผ ์•Œ๋ ค ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Minji memeriksa peta di ponselnya lalu memberi tahu nomor bus yang harus dinaiki.
๋…ธ์ธ์€ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๊ณ  ๋งํ–ˆ๊ณ , ๋ฏผ์ง€๋Š” ๋ฒ„์Šค๊ฐ€ ์˜ฌ ๋•Œ๊นŒ์ง€ ํ•จ๊ป˜ ๊ธฐ๋‹ค๋ ธ์–ด์š”.
Lansia itu mengucapkan terima kasih, dan Minji menunggu bersamanya sampai bus datang.
๋ฒ„์Šค๊ฐ€ ๋„์ฐฉํ•˜์ž ๋ฏผ์ง€๋Š” ๋…ธ์ธ์ด ๋ฒ„์Šค์— ์˜ค๋ฅด๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋„์™€๋“œ๋ ธ์–ด์š”.
Ketika bus tiba, Minji membantu lansia itu naik ke dalam bus.
๋…ธ์ธ์€ ๋ฒ„์Šค ์ฐฝ๋ฌธ ๋„ˆ๋จธ๋กœ ๋ฏผ์ง€์—๊ฒŒ ์†์„ ํ”๋“ค๋ฉฐ ์ธ์‚ฌํ–ˆ์–ด์š”.
Lansia itu melambaikan tangan kepada Minji dari balik jendela bus.
๋ฏผ์ง€๋Š” ์ž๊ธฐ๊ฐ€ ํƒˆ ๋ฒ„์Šค๋ฅผ ํ•œ ๋Œ€ ๋†“์ณค์ง€๋งŒ ๋งˆ์Œ์€ ๋ฌด์ฒ™ ๋ฟŒ๋“ฏํ–ˆ์–ด์š”.
Minji ketinggalan satu bus yang seharusnya dia naiki, tetapi hatinya merasa sangat bangga.
Mengapa lansia itu tidak tahu bus mana yang harus dinaiki?
  • Karena bus datang terlambat.
  • Karena dia tidak bisa membaca peta.
  • Karena dia kehilangan ponselnya.
  • Karena itu tempat yang baru pertama kali dikunjunginya. โœ“
Apa yang dilakukan Minji setelah memeriksa peta?
  • Dia pulang ke rumah.
  • Dia memberi tahu bus mana yang harus dinaiki. โœ“
  • Dia menelepon sopir bus.
  • Dia membeli tiket bus.
Manakah yang sesuai dengan perasaan Minji?
  • Dia marah karena ketinggalan bus.
  • Dia bangga karena sudah membantu. โœ“
  • Dia merasa terganggu oleh lansia itu.
  • Dia cemas karena tidak tahu jalan.

๐Ÿ’ผ Presentasi di Kantor

ํ˜„์ง€๋Š” ํšŒ์‚ฌ์—์„œ ์ฒ˜์Œ์œผ๋กœ ์ค‘์š”ํ•œ ๋ฐœํ‘œ๋ฅผ ๋งก๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Hyeonji untuk pertama kalinya mendapat tugas presentasi penting di kantor.
์ฒ˜์Œ์—๋Š” ์‚ฌ๋žŒ๋“ค ์•ž์—์„œ ๋งํ•˜๋Š” ๊ฒƒ์ด ๊ธด์žฅ๋์ง€๋งŒ, ๋ฉฐ์น  ๋™์•ˆ ์—ด์‹ฌํžˆ ์—ฐ์Šตํ–ˆ์–ด์š”.
Pada awalnya dia gugup berbicara di depan orang banyak, tetapi dia berlatih dengan sungguh-sungguh selama beberapa hari.
๋ฐœํ‘œ ๋‹น์ผ์—๋Š” ์ค€๋น„ํ•œ ์ž๋ฃŒ๋ฅผ ์ฐจ๋ถ„ํ•˜๊ฒŒ ์„ค๋ช…ํ•ด์„œ ๋™๋ฃŒ๋“ค์—๊ฒŒ ์ข‹์€ ๋ฐ˜์‘์„ ์–ป์—ˆ์–ด์š”.
Pada hari presentasi, dia menjelaskan materi yang sudah disiapkan dengan tenang dan mendapat tanggapan baik dari rekan-rekan kerjanya.
ํ˜„์ง€๋Š” ๊ธด์žฅํ–ˆ์ง€๋งŒ ๋๊นŒ์ง€ ์—ฐ์Šตํ•œ ๊ฒƒ์ด ๋„์›€์ด ๋˜์—ˆ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ–ˆ์–ด์š”.
Hyeonji berpikir bahwa meskipun dia gugup, berlatih sampai akhir sangat membantunya.
๋ฐœํ‘œ๊ฐ€ ๋๋‚œ ํ›„์— ํŒ€์žฅ๋‹˜์€ ๋‹ค์Œ ํšŒ์˜์—์„œ๋„ ํ˜„์ง€์—๊ฒŒ ๋ฐœํ‘œ๋ฅผ ๋งก๊ธฐ๊ณ  ์‹ถ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Setelah presentasi selesai, ketua tim bilang ingin menugaskan Hyeonji untuk presentasi lagi di rapat berikutnya.
ํ˜„์ง€๋Š” ์ฒ˜์Œ๋ณด๋‹ค ์ž์‹ ๊ฐ์ด ์ƒ๊ฒจ์„œ ๊ทธ ์ œ์•ˆ์„ ๊ธฐ์˜๊ฒŒ ๋ฐ›์•„๋“ค์˜€์–ด์š”.
Hyeonji sudah lebih percaya diri daripada sebelumnya, jadi dia menerima tawaran itu dengan senang hati.
๊ทธ๋‚  ์ €๋… ํ˜„์ง€๋Š” ๋‹ค์Œ ๋ฐœํ‘œ๋ฅผ ์œ„ํ•ด ์•„์‰ฌ์› ๋˜ ๋ถ€๋ถ„์„ ๋…ธํŠธ์— ์ ์–ด ๋‘์—ˆ์–ด์š”.
Malam itu, Hyeonji mencatat bagian-bagian yang masih kurang di buku catatannya untuk presentasi berikutnya.
Apa yang membantu Hyeonji melakukan presentasi dengan baik?
  • Meminta rekan kerjanya berbicara menggantikannya.
  • Mengubah presentasi pada saat-saat terakhir.
  • Adanya lebih sedikit orang di ruangan.
  • Berlatih selama beberapa hari. โœ“
Bagaimana perasaan Hyeonji tentang presentasi itu setelahnya?
  • Dia pikir presentasi itu tidak perlu.
  • Dia pikir dia harus berhenti kerja.
  • Dia pikir latihannya sangat membantu. โœ“
  • Dia memutuskan untuk tidak akan pernah berbicara di depan umum lagi.
Apa yang dikatakan ketua tim kepada Hyeonji setelah presentasi?
  • Menyuruhnya membuat ulang materi presentasi dari awal.
  • Bilang ingin menugaskannya presentasi lagi di rapat berikutnya. โœ“
  • Bilang bahwa lain kali rekan kerja lain yang akan presentasi.
  • Bilang bahwa dia harus lebih banyak berlatih presentasi.

๐Ÿ“… Perubahan Rencana

๋‹ค์Œ ๋‚  ์นœ๊ตฌ์™€ ๋งŒ๋‚˜๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ๋Š”๋ฐ ๊ฐ‘์ž๊ธฐ ์ค‘์š”ํ•œ ์ผ์ด ์ƒ๊ฒผ์–ด์š”.
Saya seharusnya bertemu teman keesokan harinya, tetapi tiba-tiba ada urusan penting.
์•ฝ์†์„ ์ทจ์†Œํ• ๊นŒ ๊ณ ๋ฏผํ–ˆ์ง€๋งŒ, ์˜ค๋žœ๋งŒ์— ๋งŒ๋‚˜๋Š” ์นœ๊ตฌ๋ผ์„œ ๋‹ค๋ฅธ ์‹œ๊ฐ„์„ ์ œ์•ˆํ–ˆ์–ด์š”.
Saya sempat berpikir untuk membatalkan janji itu, tetapi karena sudah lama tidak bertemu teman itu, saya mengusulkan waktu lain.
์นœ๊ตฌ๋„ ๊ดœ์ฐฎ๋‹ค๊ณ  ํ•ด์„œ ๊ฒฐ๊ตญ ์•ฝ์†์„ ํ•˜๋ฃจ ๋ฏธ๋ฃจ๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Teman saya bilang tidak masalah, jadi akhirnya kami menunda pertemuan itu satu hari.
์„œ๋กœ ์‚ฌ์ •์„ ์ดํ•ดํ•ด ์ฃผ์–ด์„œ ๋งˆ์Œ์ด ํ•œ๊ฒฐ ํŽธํ•ด์กŒ์–ด์š”.
Saya merasa jauh lebih lega karena kami saling memahami situasi masing-masing.
์ƒˆ๋กœ ์ •ํ•œ ๋‚ ์— ์šฐ๋ฆฌ๋Š” ์›๋ž˜ ๊ฐ€๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ๋˜ ์นดํŽ˜์—์„œ ๋งŒ๋‚ฌ์–ด์š”.
Pada hari yang baru ditentukan, kami bertemu di kafe yang awalnya memang akan kami datangi.
์˜ค๋žœ๋งŒ์— ๋งŒ๋‚˜์„œ ๊ทธ๋™์•ˆ ์žˆ์—ˆ๋˜ ์ผ์„ ์ด์•ผ๊ธฐํ•˜๋А๋ผ ์‹œ๊ฐ„ ๊ฐ€๋Š” ์ค„ ๋ชฐ๋ž์–ด์š”.
Karena sudah lama tidak bertemu, kami asyik membicarakan apa saja yang terjadi selama ini sampai lupa waktu.
์•ฝ์†์„ ์ทจ์†Œํ•˜์ง€ ์•Š๊ณ  ํ•˜๋ฃจ ๋ฏธ๋ฃจ๊ธฐ๋ฅผ ์ •๋ง ์ž˜ํ–ˆ๋‹ค๋Š” ์ƒ๊ฐ์ด ๋“ค์—ˆ์–ด์š”.
Saya merasa keputusan untuk menunda pertemuan satu hari alih-alih membatalkannya benar-benar tepat.
Mengapa si penulis mengubah waktu pertemuan?
  • Temannya sakit.
  • Tiba-tiba ada urusan penting. โœ“
  • Tempat pertemuan itu tutup.
  • Si penulis lupa dengan janji itu.
Apa yang akhirnya mereka putuskan?
  • Membatalkan pertemuan itu sepenuhnya.
  • Bertemu bulan berikutnya.
  • Bertemu lebih awal pada hari itu.
  • Bertemu satu hari kemudian. โœ“
Apa yang dipikirkan si penulis setelah bertemu temannya?
  • Seharusnya pertemuan itu dibatalkan saja.
  • Seharusnya mereka pergi ke kafe lain.
  • Menunda pertemuan itu adalah keputusan yang tepat. โœ“
  • Waktu terasa berjalan terlalu lambat.

๐Ÿ’ป Masalah dengan Laptop

์ˆ˜์•„๋Š” ์นดํŽ˜์—์„œ ๋…ธํŠธ๋ถ์œผ๋กœ ์ค‘์š”ํ•œ ์ž๋ฃŒ๋ฅผ ์ •๋ฆฌํ•˜๊ณ  ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Sua sedang merapikan data penting dengan laptopnya di sebuah kafe.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ๊ฐ‘์ž๊ธฐ ๋…ธํŠธ๋ถ์ด ๊บผ์ง€๋ฉด์„œ ์ €์žฅํ•˜์ง€ ์•Š์€ ์ž๋ฃŒ๊ฐ€ ์‚ฌ๋ผ์งˆ ๊ฒƒ ๊ฐ™์•˜์–ด์š”.
Namun tiba-tiba laptopnya mati, dan sepertinya data yang belum disimpan akan hilang.
์ˆ˜์•„๋Š” ๋‹นํ™ฉํ–ˆ์ง€๋งŒ ์ „์›์„ ๋‹ค์‹œ ์ผœ ๋ณด์•˜๊ณ , ๋‹คํ–‰ํžˆ ๋Œ€๋ถ€๋ถ„์˜ ์ž๋ฃŒ๊ฐ€ ๋‚จ์•„ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Sua panik, tetapi dia mencoba menyalakannya kembali, dan untungnya sebagian besar datanya masih ada.
๊ทธ ํ›„์—๋Š” ๊ฐ™์€ ์ผ์ด ์ƒ๊ธฐ์ง€ ์•Š๋„๋ก ์ž‘์—… ๋‚ด์šฉ์„ ์ž์ฃผ ์ €์žฅํ–ˆ์–ด์š”.
Setelah itu, dia sering menyimpan pekerjaannya agar hal yang sama tidak terjadi lagi.
๋‚˜์ค‘์— ์•Œ๊ณ  ๋ณด๋‹ˆ ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๋‹ค ๋–จ์–ด์ ธ์„œ ๋…ธํŠธ๋ถ์ด ๊บผ์ง„ ๊ฒƒ์ด์—ˆ์–ด์š”.
Belakangan dia baru tahu bahwa laptopnya mati karena baterainya habis.
๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ทธ ๋’ค๋กœ๋Š” ์นดํŽ˜์— ๊ฐˆ ๋•Œ ์ถฉ์ „๊ธฐ๋„ ๊ผญ ์ฑ™๊ฒจ ๊ฐ”์–ด์š”.
Karena itu, sejak saat itu dia selalu membawa charger ketika pergi ke kafe.
์ˆ˜์•„๋Š” ์ด๋ฒˆ ์ผ๋กœ ์ž‘์€ ์Šต๊ด€์ด ํฐ ๋ฌธ์ œ๋ฅผ ๋ง‰์•„ ์ค€๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋ฐฐ์› ์–ด์š”.
Dari kejadian ini, Sua belajar bahwa kebiasaan kecil bisa mencegah masalah besar.
Mengapa Sua khawatir saat laptopnya mati?
  • Karena dia lupa kata sandinya.
  • Karena dia berpikir data yang belum disimpan akan hilang. โœ“
  • Karena dia ingin keluar dari kafe.
  • Karena internetnya tidak tersambung.
Apa yang diubah Sua setelah kejadian itu?
  • Dia berhenti menggunakan laptop.
  • Dia berhenti pergi ke kafe.
  • Dia mulai sering menyimpan pekerjaannya. โœ“
  • Dia membeli meja baru.
Mengapa laptopnya mati?
  • Karena listrik di kafe padam.
  • Karena Sua tidak sengaja mematikannya.
  • Karena laptopnya sudah terlalu tua.
  • Karena baterainya habis. โœ“

๐Ÿ”ง Memperbaiki Ponsel

๋ฉฐ์น  ์ „๋ถ€ํ„ฐ ํœด๋Œ€ํฐ ํ™”๋ฉด์ด ์ž๊พธ ๊บผ์ ธ์„œ ์ˆ˜๋ฆฌ์ ์— ๊ฐ€์ ธ๊ฐ”์–ด์š”.
Selama beberapa hari, layar ponsel saya terus mati sendiri, jadi saya membawanya ke bengkel reparasi.
์ง์›์€ ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ์— ๋ฌธ์ œ๊ฐ€ ์žˆ์„ ๊ฐ€๋Šฅ์„ฑ์ด ์žˆ๋‹ค๋ฉด์„œ ๋จผ์ € ์ƒํƒœ๋ฅผ ํ™•์ธํ•ด ๋ณด๊ฒ ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Karyawan di sana mengatakan mungkin ada masalah dengan baterai dan akan memeriksa kondisinya terlebih dahulu.
ํ™•์ธํ•˜๋Š” ๋ฐ ์‹œ๊ฐ„์ด ์กฐ๊ธˆ ๊ฑธ๋ ธ์ง€๋งŒ ๋‹คํ–‰ํžˆ ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ๋งŒ ๊ต์ฒดํ•˜๋ฉด ๋œ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Pemeriksaannya memakan sedikit waktu, tetapi untungnya mereka bilang hanya baterainya yang perlu diganti.
์ˆ˜๋ฆฌ๋ฅผ ๋งˆ์นœ ํ›„์—๋Š” ํ™”๋ฉด์ด ์ •์ƒ์ ์œผ๋กœ ์ž‘๋™ํ•ด์„œ ๋‹ค์‹œ ํŽธํ•˜๊ฒŒ ์‚ฌ์šฉํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Setelah diperbaiki, layarnya berfungsi normal lagi sehingga saya bisa memakai ponsel itu dengan nyaman.
์ง์›์€ ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ์˜ค๋ž˜๋˜๋ฉด ์ด๋Ÿฐ ๋ฌธ์ œ๊ฐ€ ์ƒ๊ธธ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ์„ค๋ช…ํ•ด ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Karyawan itu menjelaskan bahwa masalah seperti ini bisa terjadi jika baterainya sudah lama.
์ˆ˜๋ฆฌ๋น„๋„ ์ƒ๊ฐ๋ณด๋‹ค ๋งŽ์ด ๋“ค์ง€ ์•Š์•„์„œ ์ƒˆ ํœด๋Œ€ํฐ์„ ์‚ฌ์ง€ ์•Š์•„๋„ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Biaya perbaikannya juga tidak semahal yang saya kira, jadi saya tidak perlu membeli ponsel baru.
์•ž์œผ๋กœ๋Š” ์ž‘์€ ๋ฌธ์ œ๋ผ๋„ ์ƒ๊ธฐ๋ฉด ๋ฏธ๋ฃจ์ง€ ๋ง๊ณ  ๋นจ๋ฆฌ ํ™•์ธํ•ด ๋ด์•ผ๊ฒ ๋‹ค๊ณ  ์ƒ๊ฐํ–ˆ์–ด์š”.
Saya berpikir mulai sekarang, sekecil apa pun masalahnya, saya harus segera memeriksanya dan tidak menundanya.
Mengapa si penulis membawa ponselnya ke bengkel reparasi?
  • Ponselnya hilang.
  • Ponselnya terlalu mahal.
  • Layarnya terus mati sendiri. โœ“
  • Kameranya berhenti bisa memotret.
Apa yang menurut bengkel reparasi perlu dilakukan?
  • Hanya baterainya yang perlu diganti. โœ“
  • Seluruh ponselnya harus diganti.
  • Layarnya perlu dibersihkan.
  • Ponselnya membutuhkan perangkat lunak baru.
Mengapa si penulis tidak perlu membeli ponsel baru?
  • Temannya meminjamkan ponsel.
  • Bengkel reparasi memberinya ponsel baru.
  • Layarnya menyala lagi dengan sendirinya.
  • Biaya perbaikannya tidak mahal. โœ“

๐Ÿ”‹ Baterai Hampir Habis

์ง€ํ›ˆ์€ ์ค‘์š”ํ•œ ์ „ํ™”๋ฅผ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๊ณ  ์žˆ์—ˆ๋Š”๋ฐ ํœด๋Œ€์ „ํ™” ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ๊ฐ€ ๊ฑฐ์˜ ๋‹ค ๋–จ์–ด์กŒ์–ด์š”.
Jihun sedang menunggu telepon penting, tetapi baterai ponselnya hampir habis.
๊ทธ๋ž˜์„œ ๊ทผ์ฒ˜ ํŽธ์˜์ ์— ๋“ค์–ด๊ฐ€ ์ถฉ์ „๊ธฐ๋ฅผ ๋นŒ๋ฆด ์ˆ˜ ์žˆ๋Š”์ง€ ๋ฌผ์–ด๋ดค์–ด์š”.
Karena itu, dia masuk ke minimarket terdekat dan bertanya apakah dia bisa meminjam charger.
์ง์›์€ ์ถฉ์ „๊ธฐ๋ฅผ ๋นŒ๋ ค ์ฃผ์—ˆ๊ณ , ์ง€ํ›ˆ์€ ์ „ํ™”๋ฅผ ๋ฐ›์„ ์ˆ˜ ์žˆ์„ ๋งŒํผ ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ๋ฅผ ์ถฉ์ „ํ–ˆ์–ด์š”.
Karyawan itu meminjamkan charger, dan Jihun mengisi baterainya cukup untuk menerima telepon.
์ž ์‹œ ํ›„ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๋˜ ์ „ํ™”๊ฐ€ ์™”๊ณ , ์ง€ํ›ˆ์€ ๋ฌด์‚ฌํžˆ ํ†ตํ™”๋ฅผ ๋งˆ์น  ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Tak lama kemudian, telepon yang ditunggunya masuk, dan Jihun bisa menyelesaikan pembicaraan tanpa masalah.
์ง€ํ›ˆ์€ ๊ณ ๋งˆ์šด ๋งˆ์Œ์— ์ง์›์—๊ฒŒ ์ธ์‚ฌ๋ฅผ ํ•˜๊ณ  ์Œ๋ฃŒ๋„ ํ•˜๋‚˜ ์ƒ€์–ด์š”.
Karena merasa berterima kasih, Jihun mengucapkan terima kasih kepada karyawan itu dan juga membeli satu minuman.
๊ทธ๋‚  ์ €๋… ์ง€ํ›ˆ์€ ๋ฐ–์—์„œ ์“ธ ์ˆ˜ ์žˆ๋Š” ๋ณด์กฐ ๋ฐฐํ„ฐ๋ฆฌ๋ฅผ ํ•˜๋‚˜ ๋งˆ๋ จํ–ˆ์–ด์š”.
Malam itu, Jihun membeli sebuah power bank yang bisa dipakai saat berada di luar.
๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ค‘์š”ํ•œ ์ผ์ด ์žˆ๋Š” ๋‚ ์—๋Š” ์ „๋‚  ๋ฐค์— ํœด๋Œ€์ „ํ™”๋ฅผ ๊ผญ ์ถฉ์ „ํ•ด ๋‘๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Dia juga memutuskan bahwa pada hari yang penting, dia pasti akan mengisi daya ponselnya pada malam sebelumnya.
Mengapa Jihun masuk ke minimarket?
  • Untuk membeli ponsel baru.
  • Untuk melakukan telepon penting.
  • Untuk mengisi daya ponselnya. โœ“
  • Untuk menemui karyawan toko.
Apa yang terjadi setelah karyawan itu membantu Jihun?
  • Jihun mengisi baterainya cukup untuk menerima telepon. โœ“
  • Jihun langsung pulang.
  • Jihun membeli ponsel.
  • Jihun kehilangan chargernya.
Bagaimana Jihun menunjukkan rasa terima kasihnya kepada karyawan itu?
  • Dia memberikan charger sebagai hadiah.
  • Dia menulis surat untuknya.
  • Dia mengucapkan terima kasih dan membeli satu minuman. โœ“
  • Dia membayar dan membeli charger itu.

๐Ÿ‘› Dompet yang Hilang

ํ˜„์šฐ๋Š” ๋ฒ„์Šค์—์„œ ๋‚ด๋ฆฐ ๋’ค ์ง€๊ฐ‘์ด ์—†์–ด์ง„ ๊ฒƒ์„ ์•Œ๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Setelah turun dari bus, Hyunwoo sadar dompetnya hilang.
์•„๋งˆ ๋ฒ„์Šค ์•ˆ์—์„œ ๋–จ์–ด๋œจ๋ฆฐ ๊ฒƒ ๊ฐ™์•„์„œ ๋ฐ”๋กœ ๋ฒ„์Šค ํšŒ์‚ฌ์— ์ „ํ™”ํ–ˆ์–ด์š”.
Dia pikir kemungkinan dompetnya terjatuh di dalam bus, jadi dia langsung menelepon perusahaan bus.
์ง์›์€ ๋ฒ„์Šค์—์„œ ์ง€๊ฐ‘์ด ๋ฐœ๊ฒฌ๋˜๋ฉด ์—ฐ๋ฝ์„ ์ฃผ๊ฒ ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Karyawan di sana bilang akan menghubunginya jika dompet itu ditemukan di bus.
๋ช‡ ์‹œ๊ฐ„ ํ›„์— ์—ฐ๋ฝ์ด ์™”๊ณ , ๋‹คํ–‰ํžˆ ์ง€๊ฐ‘์€ ๋ฒ„์Šค ์ขŒ์„ ๋ฐ‘์—์„œ ๋ฐœ๊ฒฌ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Beberapa jam kemudian, dia menerima telepon, dan untungnya dompet itu ditemukan di bawah kursi bus.
ํ˜„์šฐ๋Š” ๊ทธ๋‚  ์ €๋… ๋ฒ„์Šค ํšŒ์‚ฌ ์‚ฌ๋ฌด์‹ค์— ๊ฐ€์„œ ์ง€๊ฐ‘์„ ์ฐพ์•„์™”์–ด์š”.
Malam itu, Hyunwoo pergi ke kantor perusahaan bus dan mengambil dompetnya.
์ง€๊ฐ‘ ์•ˆ์— ์žˆ๋˜ ๋ˆ๊ณผ ์นด๋“œ๋„ ๊ทธ๋Œ€๋กœ ์žˆ์–ด์„œ ์ •๋ง ๋‹คํ–‰์ด์—ˆ์–ด์š”.
Uang dan kartu di dalam dompet itu juga masih utuh, sungguh melegakan.
๊ทธ ํ›„๋กœ ํ˜„์šฐ๋Š” ๋ฒ„์Šค์—์„œ ๋‚ด๋ฆฌ๊ธฐ ์ „์— ๊ผญ ์ž๋ฆฌ๋ฅผ ํ•œ ๋ฒˆ ๋” ํ™•์ธํ•ด์š”.
Sejak saat itu, Hyunwoo selalu memeriksa tempat duduknya sekali lagi sebelum turun dari bus.
Menurut Hyunwoo, apa yang terjadi pada dompetnya?
  • Dia pikir dia meninggalkannya di sebuah toko.
  • Dia pikir seseorang mencurinya di rumah.
  • Dia pikir dompetnya terjatuh di dalam bus. โœ“
  • Dia pikir dia sudah membuangnya.
Di mana akhirnya dompet itu ditemukan?
  • Di terminal bus.
  • Di kantor polisi.
  • Di rumah Hyunwoo.
  • Di bawah kursi bus. โœ“
Perubahan apa yang terjadi pada Hyunwoo setelah dompetnya ditemukan?
  • Dia memeriksa tempat duduknya sebelum turun dari bus. โœ“
  • Dia tidak naik bus lagi.
  • Dia meninggalkan dompetnya di rumah.
  • Dia hanya membawa uang tunai, bukan kartu.

๐Ÿ›‚ Kehilangan Paspor di Bandara

๊ณตํ•ญ์— ๋„์ฐฉํ•ด์„œ ์ถœ๊ตญ ์‹ฌ์‚ฌ๋ฅผ ๋ฐ›์œผ๋ ค๋Š”๋ฐ ์—ฌ๊ถŒ์ด ๋ณด์ด์ง€ ์•Š์•˜์–ด์š”.
Setibanya di bandara dan hendak menjalani pemeriksaan imigrasi, saya tidak menemukan paspor saya.
๋‹นํ™ฉํ•ด์„œ ๊ฐ€๋ฐฉ์„ ๋“ค์–ด ์—Ž์€ ๋์— ์นดํŽ˜ ์˜์ž ๋ฐ‘์—์„œ ๊ฐ€๊นŒ์Šค๋กœ ์—ฌ๊ถŒ์„ ์ฐพ์•˜์–ด์š”.
Karena panik, saya membongkar isi tas dan akhirnya berhasil menemukan paspor di bawah kursi kafe.
ํ•˜๋งˆํ„ฐ๋ฉด ๋น„ํ–‰๊ธฐ๋ฅผ ๋†“์น  ๋ป”ํ–ˆ์ง€๋งŒ ๋‹คํ–‰ํžˆ ์ œ์‹œ๊ฐ„์— ํƒ‘์Šน๊ตฌ์— ๋“ค์–ด๊ฐˆ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Saya hampir ketinggalan pesawat, tapi untungnya bisa masuk ke gerbang keberangkatan tepat waktu.
์ด๋ฒˆ ์ผ์„ ๊ณ„๊ธฐ๋กœ ์•ž์œผ๋กœ๋Š” ์ค‘์š”ํ•œ ๋ฌผ๊ฑด์„ ๋” ์ฒ ์ €ํžˆ ์ฑ™๊ธฐ๊ธฐ๋กœ ๋งˆ์Œ๋จน์—ˆ์–ด์š”.
Berdasarkan pengalaman ini, saya bertekad untuk lebih teliti menjaga barang-barang penting ke depannya.
๋น„ํ–‰๊ธฐ ์ขŒ์„์— ์•‰๊ณ  ๋‚˜์„œ์•ผ ๋น„๋กœ์†Œ ๊ธด์žฅ์ด ํ’€๋ฆฌ๊ณ  ์›ƒ์Œ์ด ๋‚˜์™”์–ด์š”.
Baru setelah duduk di kursi pesawat, ketegangan saya akhirnya hilang dan saya pun tertawa.
์—ฌํ–‰์ง€์— ๋„์ฐฉํ•ด์„œ๋Š” ์—ฌ๊ถŒ์„ ๋„ฃ์„ ์ž‘์€ ์ง€๊ฐ‘๋ถ€ํ„ฐ ํ•˜๋‚˜ ์ƒ€์–ด์š”.
Setibanya di tempat tujuan wisata, hal pertama yang saya beli adalah dompet kecil untuk menyimpan paspor.
๋•๋ถ„์— ๋‚จ์€ ์—ฌํ–‰ ๋™์•ˆ์—๋Š” ์—ฌ๊ถŒ ๊ฑฑ์ • ์—†์ด ํŽธํ•˜๊ฒŒ ๋‹ค๋‹ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Berkat itu, selama sisa perjalanan saya bisa bepergian dengan nyaman tanpa khawatir soal paspor.
Di mana akhirnya si pembicara menemukan paspornya?
  • Ditemukan di dalam tasnya
  • Ditemukan di bawah kursi kafe โœ“
  • Ditemukan di meja pemeriksaan imigrasi
  • Ditemukan di dalam pesawat
Apa yang diputuskan si pembicara setelah mengalami hal ini?
  • Memutuskan untuk lebih menjaga barang penting ke depannya โœ“
  • Memutuskan untuk tiba lebih awal di bandara
  • Memutuskan untuk tidak naik pesawat lagi
  • Memutuskan untuk tidak pergi ke kafe bandara
Apa yang dilakukan si pembicara setibanya di tempat tujuan wisata?
  • Pergi lagi ke kafe bandara
  • Membuat paspor baru
  • Membeli dompet kecil untuk paspor โœ“
  • Membeli tas baru

๐Ÿ“ฑ Ponsel yang Tertinggal di Kafe

์€์ˆ˜๋Š” ์นดํŽ˜์—์„œ ๊ณต๋ถ€๋ฅผ ํ•˜๋‹ค๊ฐ€ ํœด๋Œ€ํฐ์„ ๋‘๊ณ  ๋‚˜์™”์–ด์š”.
Saat belajar di kafe, Eunsu meninggalkan ponselnya ketika keluar.
์ง‘์— ๋„์ฐฉํ•ด์„œ์•ผ ํœด๋Œ€ํฐ์ด ์—†๋‹ค๋Š” ๊ฑธ ์•Œ์•„์ฐจ๋ ธ์–ด์š”.
Dia baru menyadari ponselnya hilang setelah tiba di rumah.
์„œ๋‘˜๋Ÿฌ ์นดํŽ˜๋กœ ๋Œ์•„๊ฐ”๋”๋‹ˆ ์ง์›์ด ์ž˜ ๋ณด๊ด€ํ•˜๊ณ  ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Dia bergegas kembali ke kafe, dan seorang karyawan telah menyimpannya dengan baik.
์€์ˆ˜๋Š” ์•ž์œผ๋กœ ์ž๋ฆฌ๋ฅผ ๋œจ๊ธฐ ์ „์— ๊ผญ ํ™•์ธํ•˜๊ธฐ๋กœ ๋‹ค์งํ–ˆ์–ด์š”.
Eunsu bertekad untuk selalu memeriksa barang-barangnya sebelum meninggalkan tempat duduk mulai sekarang.
๋‹ค์Œ ๋‚  ์€์ˆ˜๋Š” ๊ณ ๋งˆ์šด ๋งˆ์Œ์„ ๋‹ด์•„ ๊ทธ ์ง์›์—๊ฒŒ ๊ณผ์ž ํ•œ ์ƒ์ž๋ฅผ ์„ ๋ฌผํ–ˆ์–ด์š”.
Keesokan harinya, Eunsu memberikan sekotak camilan kepada karyawan itu sebagai tanda terima kasih.
์ง์›์€ ์†๋‹˜๋“ค์ด ๋ฌผ๊ฑด์„ ๋‘๊ณ  ๊ฐ€๋Š” ์ผ์ด ์ž์ฃผ ์žˆ๋‹ค๋ฉฐ ์›ƒ์—ˆ์–ด์š”.
Karyawan itu tertawa dan berkata bahwa pelanggan sering meninggalkan barang.
๊ทธ ๋’ค๋กœ ์€์ˆ˜๋Š” ์นดํŽ˜์—์„œ ์ผ์–ด๋‚  ๋•Œ๋งˆ๋‹ค ์ฃผ๋ณ€์„ ํ•œ ๋ฒˆ ๋” ์‚ดํŽด๋ณด๊ฒŒ ๋์–ด์š”.
Sejak itu, setiap kali bangkit dari tempat duduk di kafe, Eunsu jadi memeriksa sekelilingnya sekali lagi.
Di mana Eunsu meninggalkan ponselnya?
  • Di dalam bus.
  • Di kafe. โœ“
  • Di sekolah.
  • Di pusat kebugaran.
Apa yang diputuskan Eunsu untuk dilakukan mulai sekarang?
  • Tidak akan pernah pergi lagi ke kafe itu.
  • Memeriksa barang-barangnya sebelum meninggalkan tempat duduk. โœ“
  • Membeli casing ponsel baru.
  • Meninggalkan ponselnya di rumah.
Apa yang dilakukan Eunsu untuk karyawan itu keesokan harinya?
  • Memberi uang.
  • Memberi camilan sebagai hadiah. โœ“
  • Menulis surat.
  • Membelikan kopi.

๐ŸŒŽ Pertukaran Bahasa

์ˆ˜๋ฏผ์€ ์™ธ๊ตญ์–ด๋ฅผ ๋” ์ž์—ฐ์Šค๋Ÿฝ๊ฒŒ ๋งํ•˜๊ณ  ์‹ถ์–ด์„œ ์–ธ์–ด ๊ตํ™˜ ๋ชจ์ž„์— ์ฐธ๊ฐ€ํ–ˆ์–ด์š”.
Sumin bergabung dengan kelompok pertukaran bahasa karena dia ingin berbicara bahasa asing dengan lebih alami.
์ฒ˜์Œ์—๋Š” ์‹ค์ˆ˜ํ• ๊นŒ ๋ด ๊ฑฑ์ •ํ–ˆ์ง€๋งŒ, ๋‹ค๋ฅธ ์ฐธ๊ฐ€์ž๋“ค๋„ ์„œ๋กœ ๋ฐฐ์šฐ๋Ÿฌ ์™”๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ์„ ์•Œ๊ณ  ๋งˆ์Œ์ด ํŽธํ•ด์กŒ์–ด์š”.
Pada awalnya dia khawatir akan membuat kesalahan, tetapi dia merasa lebih nyaman setelah menyadari bahwa peserta lain juga datang untuk saling belajar.
๋ชจ์ž„์—์„œ๋Š” ์„œ๋กœ์˜ ๋‚˜๋ผ์— ๋Œ€ํ•ด ์ด์•ผ๊ธฐํ•˜๊ณ  ๊ฐ„๋‹จํ•œ ํ‘œํ˜„์„ ๊ฐ€๋ฅด์ณ ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan negara masing-masing dan saling mengajarkan ungkapan sederhana.
์ˆ˜๋ฏผ์€ ์ƒ๊ฐ๋ณด๋‹ค ์ฆ๊ฑฐ์›Œ์„œ ๋‹ค์Œ ๋ชจ์ž„์—๋„ ๊ผญ ์ฐธ์„ํ•˜๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Sumin merasa lebih senang dari yang dia duga, jadi dia memutuskan untuk ikut pertemuan berikutnya juga.
๋‹ค์Œ ๋ชจ์ž„์—์„œ๋Š” ์ง€๋‚œ๋ฒˆ์— ๋ฐฐ์šด ํ‘œํ˜„์„ ์ง์ ‘ ์‚ฌ์šฉํ•ด ๋ณด์•˜์–ด์š”.
Pada pertemuan berikutnya, dia mencoba langsung menggunakan ungkapan yang dia pelajari terakhir kali.
์ƒ๋Œ€๋ฐฉ์ด ๋ฐ”๋กœ ์•Œ์•„๋“ฃ๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋ณด๊ณ  ์ˆ˜๋ฏผ์€ ํฐ ์ž์‹ ๊ฐ์„ ์–ป์—ˆ์–ด์š”.
Melihat lawan bicaranya langsung mengerti, Sumin menjadi sangat percaya diri.
์ด์ œ ์ˆ˜๋ฏผ์€ ๋ชจ์ž„์ด ์žˆ๋Š” ๋‚ ์„ ์†๊ผฝ์•„ ๊ธฐ๋‹ค๋ ค์š”.
Sekarang Sumin selalu menanti-nanti hari pertemuan.
Mengapa Sumin bergabung dengan kelompok pertukaran bahasa itu?
  • Dia ingin berbicara bahasa asing dengan lebih alami. โœ“
  • Dia ingin bepergian bersama kelompok itu.
  • Dia ingin mengajar bahasa Korea secara profesional.
  • Dia ingin membuat presentasi.
Mengapa Sumin menjadi lebih nyaman selama pertemuan itu?
  • Semua orang berbicara dengan sempurna.
  • Dia sadar bahwa semua orang datang untuk saling belajar. โœ“
  • Pertemuannya selesai lebih awal.
  • Gurunya memberinya sebuah buku.
Apa yang membuat Sumin percaya diri?
  • Dia mendapat hadiah di pertemuan itu.
  • Dia lulus ujian bahasa asing.
  • Lawan bicaranya langsung mengerti ungkapannya. โœ“
  • Gurunya memujinya.

๐Ÿจ Pergantian Hotel

์—ฌํ–‰์„ ๋– ๋‚˜๊ธฐ ์ „์— ์˜ˆ์•ฝํ•œ ํ˜ธํ…”์—์„œ ๊ฐ‘์ž๊ธฐ ๋ฐฉ์„ ์‚ฌ์šฉํ•  ์ˆ˜ ์—†๋‹ค๋Š” ์—ฐ๋ฝ์ด ์™”์–ด์š”.
Sebelum berangkat bepergian, saya tiba-tiba menerima pesan dari hotel yang saya pesan bahwa kamarnya tidak bisa dipakai.
์ฒ˜์Œ์—๋Š” ๋‹นํ™ฉํ–ˆ์ง€๋งŒ ํ˜ธํ…” ์ธก์—์„œ ๊ฐ™์€ ๊ฐ€๊ฒฉ์˜ ๋‹ค๋ฅธ ๋ฐฉ์„ ๋งˆ๋ จํ•ด ์ฃผ๊ฒ ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Saya bingung pada awalnya, tetapi pihak hotel bilang akan menyiapkan kamar lain dengan harga yang sama.
์ƒˆ๋กœ์šด ๋ฐฉ์€ ์›๋ž˜ ์˜ˆ์•ฝํ•œ ๋ฐฉ๋ณด๋‹ค ์กฐ๊ธˆ ์ž‘์•˜์ง€๋งŒ ์œ„์น˜๊ฐ€ ๋” ํŽธ๋ฆฌํ–ˆ์–ด์š”.
Kamar barunya sedikit lebih kecil dari kamar yang saya pesan semula, tetapi lokasinya lebih strategis.
๊ฒฐ๊ณผ์ ์œผ๋กœ ํฐ ๋ถˆํŽธ ์—†์ด ์—ฌํ–‰์„ ์‹œ์ž‘ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Alhasil, saya bisa memulai perjalanan tanpa banyak kesulitan.
ํ˜ธํ…”์— ๋„์ฐฉํ•˜๋‹ˆ ์ง์›์ด ์‚ฌ๊ณผํ•˜๋ฉด์„œ ์ƒˆ ๋ฐฉ๊นŒ์ง€ ์นœ์ ˆํ•˜๊ฒŒ ์•ˆ๋‚ดํ•ด ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Saat saya tiba di hotel, petugas meminta maaf dan dengan ramah mengantar saya sampai ke kamar baru.
ํ˜ธํ…” ๋ฐ”๋กœ ์•ž์— ์ง€ํ•˜์ฒ ์—ญ์ด ์žˆ์–ด์„œ ๊ด€๊ด‘์ง€์— ๋‹ค๋‹ˆ๊ธฐ๊ฐ€ ํ›จ์”ฌ ์‰ฌ์› ์–ด์š”.
Ada stasiun kereta bawah tanah tepat di depan hotel, jadi pergi ke tempat-tempat wisata jauh lebih mudah.
์ฒ˜์Œ์— ๊ฑฑ์ •ํ–ˆ๋˜ ์ผ์ด ์˜คํžˆ๋ ค ์ข‹์€ ๊ฒฝํ—˜์ด ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Hal yang awalnya saya khawatirkan justru menjadi pengalaman yang baik.
Mengapa pelancong itu harus berpindah kamar?
  • Pelancong itu ingin kamar yang lebih besar.
  • Kamar yang dipesan semula tidak bisa dipakai. โœ“
  • Kamar barunya lebih murah.
  • Hotelnya terlalu jauh.
Apa yang lebih baik dari kamar baru itu?
  • Kamarnya lebih luas.
  • Harganya lebih murah.
  • Perabotannya lebih banyak.
  • Lokasinya lebih strategis. โœ“
Apa yang dilakukan petugas saat pelancong itu tiba di hotel?
  • Meminta biaya kamar yang lebih mahal.
  • Meminta maaf dan mengantar dengan ramah. โœ“
  • Memberikan kembali kamar yang dipesan semula.
  • Merekomendasikan hotel lain di dekat sana.

๐Ÿ“– Buku yang Dipesan

์œ ๋‚˜๋Š” ์ฝ๊ณ  ์‹ถ์—ˆ๋˜ ์ฑ…์ด ๋„์„œ๊ด€์— ์—†์–ด์„œ ์˜จ๋ผ์ธ์œผ๋กœ ๋Œ€์ถœ์„ ์‹ ์ฒญํ–ˆ์–ด์š”.
Buku yang ingin dibaca Yuna tidak ada di perpustakaan, jadi dia memesannya secara daring.
๋ฉฐ์น  ํ›„์— ์ฑ…์ด ์ค€๋น„๋˜์—ˆ๋‹ค๋Š” ์—ฐ๋ฝ์„ ๋ฐ›์•„์„œ ๋„์„œ๊ด€์— ์ฐพ์•„๊ฐ”์–ด์š”.
Beberapa hari kemudian, dia mendapat pemberitahuan bahwa bukunya sudah siap, jadi dia pergi ke perpustakaan.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์ฑ…์„ ๋นŒ๋ฆฌ๋ ค๊ณ  ํ•˜๋‹ˆ ๋Œ€์ถœ ๊ธฐ๊ฐ„์ด ์ผ์ฃผ์ผ๋ฐ–์— ๋˜์ง€ ์•Š๋Š”๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Namun, ketika hendak meminjamnya, dia diberi tahu bahwa masa pinjamnya hanya satu minggu.
์œ ๋‚˜๋Š” ๊ทธ ๊ธฐ๊ฐ„ ์•ˆ์— ๋‹ค ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ๋„๋ก ๋งค์ผ ์กฐ๊ธˆ์”ฉ ์ฝ๊ธฐ๋กœ ํ–ˆ์–ด์š”.
Yuna memutuskan untuk membaca sedikit demi sedikit setiap hari agar bisa selesai dalam waktu itu.
๋ฒ„์Šค๋ฅผ ํƒ€๊ณ  ๋‹ค๋‹ ๋•Œ๋„ ์ฑ…์„ ๊บผ๋‚ด์„œ ๋ช‡ ์ชฝ์”ฉ ์ฝ์—ˆ์–ด์š”.
Bahkan saat naik bus pun, dia mengeluarkan bukunya dan membaca beberapa halaman.
๊ทธ๋ ‡๊ฒŒ ํ•˜๋‹ค ๋ณด๋‹ˆ ๋ฐ˜๋‚ฉ์ผ ์ดํ‹€ ์ „์— ์ฑ…์„ ๋‹ค ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Dengan begitu, dia bisa menyelesaikan buku itu dua hari sebelum tanggal pengembalian.
์œ ๋‚˜๋Š” ๊ธฐํ•œ ์•ˆ์— ์ฑ…์„ ๋ฐ˜๋‚ฉํ•˜๊ณ  ๋‹ค์Œ์— ์ฝ์„ ์ฑ…๋„ ๋ฏธ๋ฆฌ ์‹ ์ฒญํ–ˆ์–ด์š”.
Yuna mengembalikan buku itu tepat waktu dan juga sudah memesan lebih dulu buku berikutnya yang ingin dia baca.
Mengapa Yuna memesan buku itu secara daring?
  • Dia kehilangan kartu perpustakaannya.
  • Dia ingin membeli buku itu.
  • Perpustakaannya tutup.
  • Buku yang diinginkannya tidak ada di perpustakaan. โœ“
Apa yang diputuskan Yuna karena masa pinjam yang singkat?
  • Mengembalikan buku itu segera.
  • Membaca sedikit demi sedikit setiap hari. โœ“
  • Membeli buku lain.
  • Mencari perpustakaan lain.
Kapan Yuna selesai membaca buku itu?
  • Sehari setelah tanggal pengembalian.
  • Pada hari pertama dia meminjamnya.
  • Pada malam hari di tanggal pengembalian.
  • Dua hari sebelum tanggal pengembalian. โœ“

๐Ÿ“š Buku Perpustakaan

๋ฏผ์ˆ˜๋Š” ๋„์„œ๊ด€์—์„œ ๋นŒ๋ฆฐ ์ฑ…์„ ์ฝ๋‹ค๊ฐ€ ์ค‘์š”ํ•œ ๋ถ€๋ถ„์— ํ‘œ์‹œ๋ฅผ ํ•ด ๋‘์—ˆ์–ด์š”.
Sambil membaca buku yang dipinjamnya dari perpustakaan, Minsu menandai bagian-bagian yang penting.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ์ฑ…์„ ๋ฐ˜๋‚ฉํ•˜๊ธฐ ์ „์— ํ‘œ์‹œํ•œ ๊ฒƒ์„ ์ง€์›Œ์•ผ ํ•œ๋‹ค๋Š” ์‚ฌ์‹ค์„ ์•Œ๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Namun, sebelum mengembalikan buku itu, dia menyadari bahwa dia harus menghapus tanda-tanda itu.
๋ฏผ์ˆ˜๋Š” ์ฑ…์„ ๋‹ค์‹œ ์ฒ˜์Œ๋ถ€ํ„ฐ ์‚ดํŽด๋ณด๋ฉด์„œ ํ‘œ์‹œํ•œ ๋ถ€๋ถ„์„ ๋ชจ๋‘ ์ง€์› ์–ด์š”.
Minsu memeriksa kembali buku itu dari awal dan menghapus semua tanda yang telah dibuatnya.
๋Œ€๋ถ€๋ถ„ ์—ฐํ•„๋กœ ํ•œ ํ‘œ์‹œ๋ผ์„œ ์‰ฝ๊ฒŒ ์ง€์›Œ์กŒ์ง€๋งŒ, ์ง„ํ•˜๊ฒŒ ํ‘œ์‹œํ•œ ๊ณณ์€ ์‹œ๊ฐ„์ด ๊ฝค ๊ฑธ๋ ธ์–ด์š”.
Sebagian besar tanda dibuat dengan pensil sehingga mudah dihapus, tetapi tanda yang tebal butuh waktu cukup lama.
๋ชจ๋“  ํ‘œ์‹œ๋ฅผ ์ง€์šด ๋’ค์— ๋ฏผ์ˆ˜๋Š” ๋„์„œ๊ด€์— ๊ฐ€์„œ ์ฑ…์„ ๋ฌด์‚ฌํžˆ ๋ฐ˜๋‚ฉํ–ˆ์–ด์š”.
Setelah menghapus semua tanda, Minsu pergi ke perpustakaan dan mengembalikan buku itu tanpa masalah.
์‚ฌ์„œ๋Š” ์ฑ… ์ƒํƒœ๋ฅผ ํ™•์ธํ•˜๊ณ  ๊นจ๋—ํ•˜๊ฒŒ ์จ ์ค˜์„œ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๊ณ  ๋งํ–ˆ์–ด์š”.
Pustakawan memeriksa kondisi buku itu dan berterima kasih karena dia telah menjaganya tetap bersih.
๋ฏผ์ˆ˜๋Š” ์•ž์œผ๋กœ ์ค‘์š”ํ•œ ๋‚ด์šฉ์€ ์ฑ… ๋Œ€์‹  ๊ณต์ฑ…์— ์ ์–ด ๋‘๊ธฐ๋กœ ๋งˆ์Œ๋จน์—ˆ์–ด์š”.
Minsu bertekad mulai sekarang akan mencatat hal-hal penting di buku catatan, bukan di buku.
Mengapa Minsu memeriksa kembali buku itu dari awal?
  • Karena perpustakaan tutup.
  • Karena dia ingin membeli buku itu.
  • Karena dia kehilangan buku itu.
  • Karena dia harus menghapus tandanya sebelum mengembalikannya. โœ“
Di mana Minsu mendapatkan buku itu?
  • Di toko buku.
  • Dari seorang teman.
  • Di sekolah.
  • Di perpustakaan. โœ“
Apa yang diputuskan Minsu untuk dilakukan mulai sekarang?
  • Dia memutuskan untuk mencatat hal-hal penting di buku catatan. โœ“
  • Dia memutuskan untuk tidak meminjam buku dari perpustakaan lagi.
  • Dia memutuskan untuk menandai buku dengan pulpen.
  • Dia memutuskan untuk membeli buku yang ingin dibacanya di toko buku.

๐Ÿ—บ๏ธ Pemberhentian yang Tak Terduga

๋ฏผ์„œ๋Š” ์นœ๊ตฌ์™€ ํ•จ๊ป˜ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒ€๊ณ  ๋‹ค๋ฅธ ์ง€์—ญ์œผ๋กœ ์—ฌํ–‰์„ ๊ฐ€๊ณ  ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Minseo sedang bepergian ke daerah lain naik kereta bersama seorang teman.
๊ทธ๋Ÿฐ๋ฐ ๊ธฐ์ฐจ์— ๋ฌธ์ œ๊ฐ€ ์ƒ๊ฒจ์„œ ์˜ˆ์ •์— ์—†๋˜ ์—ญ์—์„œ ์ž ์‹œ ๋ฉˆ์ถ”๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Namun, terjadi masalah pada kereta itu sehingga harus berhenti sebentar di stasiun yang tidak terjadwal.
์ฒ˜์Œ์—๋Š” ๋‘ ์‚ฌ๋žŒ ๋ชจ๋‘ ๊ฑฑ์ •ํ–ˆ์ง€๋งŒ, ์•ˆ๋‚ด ๋ฐฉ์†ก์„ ํ†ตํ•ด ๊ณง ๋‹ค์‹œ ์ถœ๋ฐœํ•  ์˜ˆ์ •์ด๋ผ๋Š” ๊ฒƒ์„ ์•Œ๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Pada awalnya keduanya khawatir, tetapi mereka mengetahui dari pengumuman bahwa kereta akan segera berangkat lagi.
๊ฒฐ๊ตญ ๊ธฐ์ฐจ๋Š” ๋‹ค์‹œ ์›€์ง์˜€๊ณ , ๋‘ ์‚ฌ๋žŒ์€ ์˜ˆ์ •๋œ ์‹œ๊ฐ„๋ณด๋‹ค ์กฐ๊ธˆ ๋Šฆ๊ฒŒ ๋ชฉ์ ์ง€์— ๋„์ฐฉํ–ˆ์–ด์š”.
Akhirnya kereta mulai bergerak lagi, dan mereka tiba di tujuan sedikit lebih lambat dari rencana.
๋„์ฐฉ์ด ๋Šฆ์–ด์ ธ์„œ ๋‘ ์‚ฌ๋žŒ์€ ๊ณ„ํšํ–ˆ๋˜ ์ผ์ • ํ•˜๋‚˜๋ฅผ ๋‹ค์Œ ๋‚ ๋กœ ๋ฏธ๋ค˜์–ด์š”.
Karena tiba terlambat, keduanya menunda salah satu jadwal yang sudah direncanakan ke hari berikutnya.
๋Œ€์‹  ์—ญ ๊ทผ์ฒ˜์˜ ์ž‘์€ ์‹๋‹น์—์„œ ๊ทธ ์ง€์—ญ์˜ ์Œ์‹์„ ์ฒœ์ฒœํžˆ ๋ง›๋ณผ ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Sebagai gantinya, mereka bisa menikmati makanan khas daerah itu dengan santai di restoran kecil dekat stasiun.
๋ฏผ์„œ๋Š” ์—ฌํ–‰์—์„œ ๊ณ„ํš๋Œ€๋กœ ๋˜์ง€ ์•Š๋Š” ์ผ๋„ ์ฆ๊ฑฐ์šด ์ถ”์–ต์ด ๋  ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ๋А๊ผˆ์–ด์š”.
Minseo merasa bahwa dalam perjalanan, hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana pun bisa menjadi kenangan yang menyenangkan.
Mengapa kereta itu berhenti secara tak terduga?
  • Para penumpang ingin turun.
  • Ada masalah pada kereta itu. โœ“
  • Tempat tujuannya tutup.
  • Cuacanya menjadi dingin.
Bagaimana para penumpang mengetahui bahwa kereta akan segera berangkat lagi?
  • Seorang teman meneleponnya.
  • Mereka mendengar pengumuman. โœ“
  • Mereka memeriksa koran.
  • Masinisnya datang menemui mereka.
Apa yang dilakukan keduanya setelah tiba terlambat?
  • Mereka menunda satu jadwal ke hari berikutnya. โœ“
  • Mereka langsung pulang ke rumah.
  • Mereka memajukan satu jadwal sehari lebih awal.
  • Mereka membatalkan semua jadwal.

๐Ÿš† Kereta yang Salah

๋„์œค์€ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒ€๊ณ  ๋‹ค๋ฅธ ๋„์‹œ๋กœ ๊ฐ€๋˜ ์ค‘์— ์ž์‹ ์ด ๋ฐ˜๋Œ€ ๋ฐฉํ–ฅ์˜ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒ”๋‹ค๋Š” ๊ฒƒ์„ ์•Œ์•˜์–ด์š”.
Saat naik kereta menuju kota lain, Doyun menyadari bahwa dia naik kereta yang berlawanan arah.
๊ทธ๋Š” ๋‹ค์Œ ์—ญ์—์„œ ๋‚ด๋ ค ์•ˆ๋‚ด์†Œ์— ๊ฐ€์„œ ์ง์›์—๊ฒŒ ์ƒํ™ฉ์„ ์„ค๋ช…ํ–ˆ์–ด์š”.
Dia turun di stasiun berikutnya, pergi ke pusat informasi, dan menjelaskan situasinya kepada seorang petugas.
์ง์›์€ ๋ฐ˜๋Œ€ํŽธ ์Šน๊ฐ•์žฅ์œผ๋กœ ๊ฐ€๋ฉด ๋ชฉ์ ์ง€๋กœ ๊ฐ€๋Š” ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒˆ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ์•Œ๋ ค ์ฃผ์—ˆ์–ด์š”.
Petugas itu memberi tahu bahwa dia bisa naik kereta menuju tujuannya dari peron seberang.
๋„์œค์€ ์ง์›์—๊ฒŒ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๊ณ  ์ธ์‚ฌํ•œ ๋’ค ์•ˆ๋‚ด๋ฐ›์€ ๊ณณ์œผ๋กœ ์ด๋™ํ–ˆ์–ด์š”.
Doyun mengucapkan terima kasih kepada petugas itu lalu pergi ke tempat yang diarahkan.
๋ฐ˜๋Œ€ํŽธ ์Šน๊ฐ•์žฅ์—์„œ ์‹ญ ๋ถ„์ฏค ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ์ž ๋ชฉ์ ์ง€๋กœ ๊ฐ€๋Š” ๊ธฐ์ฐจ๊ฐ€ ๋“ค์–ด์™”์–ด์š”.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit di peron seberang, kereta menuju tujuannya pun tiba.
๋„์œค์€ ์˜ˆ์ •๋ณด๋‹ค ์‚ผ์‹ญ ๋ถ„์ฏค ๋Šฆ๊ฒŒ ๋ชฉ์ ์ง€์— ๋„์ฐฉํ–ˆ์–ด์š”.
Doyun tiba di tujuan sekitar tiga puluh menit lebih lambat dari rencana.
๊ทธ ๋’ค๋กœ ๋„์œค์€ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒ€๊ธฐ ์ „์— ํ–‰์„ ์ง€๋ฅผ ํ•œ ๋ฒˆ ๋” ํ™•์ธํ•˜๊ฒŒ ๋˜์—ˆ์–ด์š”.
Sejak saat itu, Doyun selalu memeriksa tujuan kereta sekali lagi sebelum naik.
Kesalahan apa yang dilakukan Doyun?
  • Dia ketinggalan kereta.
  • Dia lupa tujuannya.
  • Dia naik kereta yang berlawanan arah. โœ“
  • Dia sengaja pergi ke stasiun lain.
Petugas itu menyuruh Doyun pergi ke mana?
  • Pulang ke rumah.
  • Ke peron seberang. โœ“
  • Ke loket tiket.
  • Ke kota lain.
Apa yang mulai dilakukan Doyun setelah kejadian ini?
  • Dia memeriksa ulang tujuan kereta sebelum naik. โœ“
  • Dia naik bus sebagai ganti kereta.
  • Dia selalu membeli tiket di pusat informasi.
  • Dia pergi ke peron lebih awal untuk menunggu.

๐Ÿงณ Tas yang Hilang

์นด๋ฅผ๋กœ์Šค๋Š” ๊ธฐ์ฐจ์—์„œ ๋‚ด๋ฆฐ ๋’ค ์ž์‹ ์˜ ๊ฐ€๋ฐฉ์ด ์—†๋Š” ๊ฒƒ์„ ๋ฐœ๊ฒฌํ–ˆ์–ด์š”.
Setelah turun dari kereta, Carlos menemukan bahwa tasnya hilang.
๊ฐ€๋ฐฉ์„ ๋‘๊ณ  ๋‚ด๋ฆฐ ๊ฒƒ ๊ฐ™์•„์„œ ๋ฐ”๋กœ ์—ญ๋ฌด์›์—๊ฒŒ ์ƒํ™ฉ์„ ์„ค๋ช…ํ–ˆ์–ด์š”.
Berpikir dia meninggalkan tasnya di kereta, dia langsung menjelaskan situasinya kepada petugas stasiun.
์—ญ๋ฌด์›์€ ๋‹ค์Œ ์—ญ์— ์ „ํ™”ํ•ด์„œ ๊ฐ€๋ฐฉ์ด ์žˆ๋Š”์ง€ ํ™•์ธํ•ด ๋ณด๊ฒ ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Petugas stasiun mengatakan akan menelepon stasiun berikutnya untuk memeriksa apakah tasnya ada di sana.
์ž ์‹œ ํ›„ ๊ฐ€๋ฐฉ์„ ์ฐพ์•˜๋‹ค๋Š” ์—ฐ๋ฝ์„ ๋ฐ›์€ ์นด๋ฅผ๋กœ์Šค๋Š” ์•ˆ์‹ฌํ•˜๋ฉฐ ๋‹ค์Œ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ๊ธฐ๋‹ค๋ ธ์–ด์š”.
Beberapa saat kemudian, Carlos menerima kabar bahwa tasnya telah ditemukan, dan dia menunggu kereta berikutnya dengan lega.
์นด๋ฅผ๋กœ์Šค๋Š” ๋‹ค์Œ ๊ธฐ์ฐจ๋ฅผ ํƒ€๊ณ  ๊ฐ€๋ฐฉ์ด ์žˆ๋Š” ์—ญ์œผ๋กœ ๊ฐ”์–ด์š”.
Carlos naik kereta berikutnya dan pergi ke stasiun tempat tasnya berada.
์—ญ ์‚ฌ๋ฌด์‹ค์—์„œ ์‹ ๋ถ„์ฆ์„ ๋ณด์—ฌ ์ค€ ๋’ค ๊ฐ€๋ฐฉ์„ ๋Œ๋ ค๋ฐ›์•˜๋Š”๋ฐ, ์•ˆ์— ๋“  ๋ฌผ๊ฑด๋„ ๊ทธ๋Œ€๋กœ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Setelah menunjukkan kartu identitasnya di kantor stasiun, dia mendapatkan tasnya kembali, dan barang-barang di dalamnya masih utuh.
์นด๋ฅผ๋กœ์Šค๋Š” ์—ญ๋ฌด์›๋“ค์—๊ฒŒ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๊ณ  ์ธ์‚ฌํ•œ ๋’ค ๋‹ค์‹œ ์—ฌํ–‰์„ ์ด์–ด ๊ฐ”์–ด์š”.
Carlos mengucapkan terima kasih kepada para petugas stasiun lalu melanjutkan perjalanannya.
Apa yang dilakukan Carlos setelah menyadari tasnya hilang?
  • Dia menjelaskan situasinya kepada petugas stasiun. โœ“
  • Dia pulang ke rumah.
  • Dia membeli tas baru.
  • Dia naik taksi.
Bagaimana nasib tas Carlos?
  • Dicuri.
  • Tertinggal di rumah.
  • Ditemukan di stasiun berikutnya. โœ“
  • Hilang di loket tiket.
Apa yang ditunjukkan Carlos saat mengambil kembali tasnya?
  • Dia menunjukkan tiket kereta.
  • Dia menunjukkan foto tasnya.
  • Dia menunjukkan struk.
  • Dia menunjukkan kartu identitasnya. โœ“

๐Ÿ“ Kelas Baru

๋‹ค์Œ ๋‹ฌ๋ถ€ํ„ฐ ์ƒˆ๋กœ์šด ์ˆ˜์—…์„ ๋“ฃ๊ฒŒ ๋˜์–ด ์ˆ˜์—…์— ํ•„์š”ํ•œ ์ค€๋น„๋ฌผ์„ ๋ฏธ๋ฆฌ ํ™•์ธํ–ˆ์–ด์š”.
Karena saya akan mengikuti kelas baru mulai bulan depan, saya memeriksa lebih dulu perlengkapan apa saja yang dibutuhkan.
์ˆ˜์—… ์•ˆ๋‚ด๋ฅผ ๋ณด๋‹ˆ ๊ต์žฌ๋ฟ๋งŒ ์•„๋‹ˆ๋ผ ๋…ธํŠธ๋ถ๋„ ์ค€๋น„ํ•ด์•ผ ํ•œ๋‹ค๊ณ  ์ ํ˜€ ์žˆ์—ˆ์–ด์š”.
Menurut informasi kelas itu, saya perlu menyiapkan bukan hanya buku pelajaran, tetapi juga laptop.
๋…ธํŠธ๋ถ์ด ์—†์–ด์„œ ๊ฑฑ์ •ํ–ˆ๋Š”๋ฐ ์นœ๊ตฌ์—๊ฒŒ ๋ฌผ์–ด๋ณด๋‹ˆ ๋นŒ๋ ค์ค„ ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๊ณ  ํ–ˆ์–ด์š”.
Saya khawatir karena tidak punya laptop, tetapi ketika saya bertanya kepada teman, dia bilang bisa meminjamkan satu.
๋•๋ถ„์— ํ•„์š”ํ•œ ์ค€๋น„๋ฅผ ๋ชจ๋‘ ๋งˆ์น˜๊ณ  ํŽธํ•œ ๋งˆ์Œ์œผ๋กœ ์ฒซ ์ˆ˜์—…์„ ๊ธฐ๋‹ค๋ฆฌ๊ณ  ์žˆ์–ด์š”.
Berkat itu, saya sudah menyelesaikan semua persiapan yang diperlukan dan menunggu pelajaran pertama dengan tenang.
๋“œ๋””์–ด ์ฒซ ์ˆ˜์—… ๋‚ , ์นœ๊ตฌ์—๊ฒŒ ๋นŒ๋ฆฐ ๋…ธํŠธ๋ถ์„ ๋“ค๊ณ  ์ผ์ฐ ์ง‘์„ ๋‚˜์„ฐ์–ด์š”.
Akhirnya, pada hari pelajaran pertama, saya berangkat dari rumah lebih awal sambil membawa laptop yang saya pinjam dari teman.
์ˆ˜์—…์—์„œ๋Š” ๋…ธํŠธ๋ถ์œผ๋กœ ์ž๋ฃŒ๋ฅผ ์ฐพ๊ณ  ์ •๋ฆฌํ•˜๋Š” ์—ฐ์Šต์„ ํ–ˆ์–ด์š”.
Di kelas, kami berlatih mencari dan menyusun materi dengan laptop.
์ˆ˜์—…์ด ๋๋‚œ ํ›„ ๋…ธํŠธ๋ถ์„ ๋นŒ๋ ค์ค€ ์นœ๊ตฌ์—๊ฒŒ ๊ณ ๋ง™๋‹ค๊ณ  ๋งํ•˜๊ณ  ์ ์‹ฌ์„ ์‚ฌ ์คฌ์–ด์š”.
Setelah kelas selesai, saya berterima kasih kepada teman yang meminjamkan laptop itu dan mentraktirnya makan siang.
Mengapa si penulis memeriksa informasi kelas itu lebih dulu?
  • Untuk membatalkan kelas itu.
  • Untuk mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan. โœ“
  • Untuk bertemu gurunya.
  • Untuk mengubah jadwal kelas.
Bagaimana si penulis menyelesaikan masalah laptop itu?
  • Dengan meminjam dari seorang teman. โœ“
  • Dengan membeli laptop baru.
  • Dengan berpindah ke kelas lain.
  • Dengan meminta gurunya menghapus persyaratan itu.
Apa yang dilakukan si penulis setelah kelas selesai?
  • Membeli laptop baru.
  • Mengembalikan buku pelajaran kepada guru.
  • Mendaftar kelas lain.
  • Mentraktir temannya makan siang. โœ“
Latihan gratis di aplikasi โ†’